BANGKALAN, RadarMadura.id – HA mengakhiri hidupnya dengan tragis. Remaja 16 tahun, asal Dusun Sempar, Desa/Kecamatan Blega, itu diduga melompat dari tower Telkom dengan ketinggian 100 meter di desa setempat. Aksi bunuh diri itu terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 11.20.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Indratama mengatakan, petugas piket Reskrim Polsek Blega menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.00.
Disebutkan, seorang remaja berada di atas tower telekomunikasi di Dusun Sempar.
Mendapat laporan tersebut, petugas segera menuju lokasi. Sekitar pukul 11.10, polisi tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Sesaat setelah berada di lokasi, korban terjatuh dari tower dan dinyatakan meninggal dunia.
Agung menerangkan, sekitar pukul 11.20 jenazah korban dibawa ke Puskesmas Blega untuk dilakukan pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
”Didapati adanya luka robek di kepala bagian belakang, patah tulang tengkorak, dan robek parathum sepanjang 1x6 centi meter,” ungkapnya.
Polisi kemudian melaksanakan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Di antaranya meminta keterangan paman korban.
Menurutnya, korban mengalami ganguan mental. ”Sebelumnya, HA sakit sekitar sebulan lalu dan sering naik ke atas genting,” jelas Agung.
Agung mengungkapkan, pihak keluarga tidak mempermasalahkan kejadian yang dialami HA.
Mereka juga tidak berkenan dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan.
”Untuk informasi selanjutnya, kami menunggu penyidik Polres Bangkalan,” tukasnya. (ina/bil)
Editor : Amin Basiri