BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mendorong generasi muda menjadi agen kesehatan untuk masa depan Indonesia yang cerah.
Itu diwujudkan dengan seminar nasional (semnas) dengan tema Healthy Generation, Sustainable Nation: Gen Z sebagai Penggerak Kesehatan Indonesia Masa Depan.
Semnas yang digelar di Aula Syaikhona Moh. Kholil lantai 10 tersebut diikuti dosen dan para mahasiswa baru fakultas kedokteran.
Baca Juga: Pelatihan Ekspor BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global
Narasumber yang dihadirkan tidak kaleng-kaleng. Yakni, kreator konten kesehatan yang sekaligus Ahli Mikrobiologi Klinik dan Skin, dan Gut Microbiome Expert dr. Ayman Alatas.
Narasumber lainnya yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UTM Prof. Dr. dr. Sri Andarini.
Kegiatan tersebut dipandu Koordinator Program Studi FK UTM dr. Kurotun Ayil Bakrun.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyatakan, semnas itu bagian dari dies natalis ke-25 kampus yang dipimpinnya.
Pihaknya berharap penjelasan yang disampaikan dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi mahasiswa baru, sehingga bisa terus merawat dan menjaga kesehatan.
”Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa didapatkan dari seminar ini, sebab dengan menjadi bangsa yang sehat, maka negara kita akan maju,” jelasnya.
UTM akan terus tumbuh dan berkembang dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Baca Juga: TikTok Dongkrak Penjualan Produk, Pesanan Membeludak saat Perayaan Wisuda
Di momentum dies natalis ke-25 banyak capaian positif yang mampu diraih UTM. Salah satunya bertambahnya jumlah prodi.
”Sekarang UTM terdiri dari 51 prodi, karena satu dari tiga prodi yang kami ajukan, sudah terbit izinnya,” bebernya.
Sementara dr. Ayman Alatas memulai penjelasan dengan membahas secara komprehensif tentang microbiome atau virus.
Dia menyebut jamur yang hidup di tubuh manusia lebih banyak dari sel yang ada pada tubuh.
Akhir-akhir ini banyak penelitian yang membahas tentang microbiome, sebab berhubungan dengen seluruh kesehatan.
”Lima sampai sepuluh tahun ke depan akan dikembangkan dan bisa dipakai untuk seluruh produk skincare,” paparnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti