Sumur Bor di Desa Serabi Timur, Modung, Diduga Mengandung Gas

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:16 WIB
DIDUGA MENGELUARKAN GAS: Anggota TNI dan warga mengecek langsung sumur bor yang diduga mengeluarkan gas di Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan, Selasa (21/7). (POLRES BANGKALAN UNTUK JPRM)
DIDUGA MENGELUARKAN GAS: Anggota TNI dan warga mengecek langsung sumur bor yang diduga mengeluarkan gas di Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan, Selasa (21/7). (POLRES BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Warga Dusun Karanganyar, Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, dihebohkan dengan semburan air dari sumur bor yang diduga mengandung gas.

Pengeboran di atas tanah milik Sri Ilzawati itu tiba-tiba mengeluarkan air berbau menyengat.

Hal itu dibenarkan Mansur, penanggung jawab pengeboran.

Dia menjelaskan, pengeboran tersebut merupakan bagian dari program irigasi dan pompanisasi. 

Pengeboran dimulai pada Selasa (21/7). Pada hari pertama, pengeboran hingga kedalaman 80 meter masih berjalan lancar. Namun, sumber mata air belum ditemukan.

"Di kedalaman 80 meter kami belum menemukan sumber mata air," katanya.

Pengeboran kemudian dilanjutkan hingga kedalaman 100 meter.

Pada kedalaman itu mulai ditemukan indikasi sumber mata air. 

Namun, saat hendak dipasang casing atau pipa pelapis, muncul kandungan gas.

Tim pengeboran kemudian mencoba menyulut api di sekitar semburan dan ternyata api menyala.

"Pas semburan tadi dicoba disulut api ternyata menyala. Kami menduga kuat ada kandungan gasnya," sambungnya.

Semburan air berbau menyengat itu sempat keluar dengan tekanan cukup besar.

Mansur mengaku belum bisa memastikan tinggi semburan secara pasti.

Namun, menurutnya, ketinggian semburan setara dengan pohon bambu.

"Ketinggian semburannya setara pohon bambu dan sampai sekarang masih berlanjut," ucapnya.

Insiden tersebut telah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Jika hingga hari ini semburan air yang diduga mengandung gas masih berlanjut, akan dilakukan penanganan lebih lanjut.

Menurut Mansur, aroma yang keluar dari semburan air tersebut mirip bau gas LPG.

"Baunya menyengat seperti gas bocor," paparnya.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama membenarkan adanya semburan air yang diduga bercampur gas alam.

Peristiwa itu bermula saat warga melakukan pengeboran untuk mencari sumber mata air.

Semburan air yang masih bercampur lumpur sempat mencapai ketinggian sekitar empat meter.

"Air yang keluar sudah mulai normal dan pengerjaan dilanjutkan," tandasnya. (za/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
kedalaman 100 meter sumur bor kandungan gas pengeboran