BANGKALAN, RadarMadura.id – Lantunan salawat berkumandang dari Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) pada Selasa (21/7) malam.
Kegiatan religi yang diikuti sederet tokoh penting dan civitas academica itu berlangsung khidmat.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyatakan, tablig akbar dan salawat bersama yang dihelat di halaman kampus merupakan rangkaian dies natalis ke-25 kampus yang dipimpinnya.
Kegiatan itu dihadiri berbagai tokoh penting. Antara lain, bupati dan wakil bupati Bangkalan, serta pejabat dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.
”Kehadiran pejabat Kemenag RI dan bupati menunjukkan bahwa eksistensi UTM diakui dan diperhitungkan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
UTM merupakan transformasi dari Universitas Bangkalan (Unibang).
Perubahan status dari kampus swasta menjadi negeri di ujung barat Pulau Madura itu berlangsung pada 2001, yakni di masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
”Kampus ini sudah ada sebelum 2000. Tapi, dulu namanya Unibang yang berdiri sejak 1981,” imbuhnya.
Mulanya Unibang merupakan kampus tanpa gedung permanen. Sehingga, aktivitas perkuliahan dilaksanakan dengan berpindah-pindah tempat.
Namun pada 1996, Unibang memantapkan diri untuk mendirikan kampus di Desa Telang, Kecamatan Kamal.
”Awalnya fasilitas yang tersedia sangat terbatas, tetapi alhamdulillah setelah 20 tahun menjadi kampus swasta, Unibang beralih status menjadi negeri pada 5 Juli 2001,” sambungnya.
Pasca peralihan itu, UTM terus berkembang cukup pesat. Jumlah mahasiswa dan program studi (prodi) terus bertambah setiap tahunnya.
Sedangkan ini, telah ada 48 prodi dengan jumlah sekitar 21 ribu mahasiswa. Bahkan, UTM kini menjadi kampus incaran mahasiswa asing.
”Ada mahasiswa asing dari sembilan negara yang menempuh studi di UTM,” katanya.
Tahun ini UTM kembali menambah sederet prodi anyar. Tiga di antaranya prodi di bawah naungan Kemenag RI. Satu dari tiga prodi baru di bawah naungan Fakultas Keislaman tersebut telah terbit izinnya dari Kemenag RI.
”Kedatangan perwakilan dari Kemenag RI membawa kabar baik untuk kami, satu dari tiga prodi yang kami usulkan sudah terbit izinnya,” ucap Safi’ penuh syukur.
Di usia kampus ke-25 tahun, UTM juga mendapatkan kado istimewa. Yakni, hadirnya Fakultas Kedokteran (FK).
Fakultas tersebut merupakan yang pertama di Madura. Proses pendiriannya tidak mudah. Sebab, banyak tantangan yang harus dilalui.
”Terbitnya izin Fakultas Kedokteran ini menjadi kado bagi UTM di usia ke-25 tahun ini,” tutupnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti