Ach. Fathul Bary, Siswa Berkebutuhan Khusus Harumkan Daerah lewat FLS3N Pantomim

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:09 WIB
ATRAKTIF: Penampilan Ach. Fathul Bary dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional pada Jumat (3/7). 
ATRAKTIF: Penampilan Ach. Fathul Bary dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional pada Jumat (3/7). 

BANGKALAN, RadarMadura.id - Aril. Bergitulah Ach. Fathul Bary disapa sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Siswa kelas IX SLB Samudra Lavender Bangkalan itu sekilas tidak berbeda dengan siswa lainnya. Dia antusias mengikuti pelajaran di kelas saat jam pelajaran.

Senyum ramah tampak di wajahnya saat berinteraksi dengan guru maupun teman-temannya saat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendatangi sekolahnya pada Selasa (21/7) pagi.

Meski menyandang disabilitas tunarungu, Aril mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Keseharian Aril di rumah juga berlangsung layaknya remaja pada umumnya.

Dia gemar mempelajari bahasa isyarat secara mandiri melalui konten media sosial.

Saat jenuh, dia sesekali menghabiskan waktu dengan menggambar berbagai karakter yang menjadi salah satu hobi lainnya.

Rutinitas sederhana itu perlahan menempa kreativitas dan ketekunannya hingga mengantarkannya menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Yakni, juara 1 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Diksus Pantomim 2026. 

Ajang tahunan yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tersebut menjadi wadah bagi siswa berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakat dan kreativitas di bidang seni.

Prestasi itu bukanlah hasil yang diraih secara instan. Ketertarikan Aril terhadap seni pantomim mulai terlihat sejak duduk di bangku kelas VII SMP.

Pihak sekolah melihat potensi tersebut dan mulai membinanya secara serius dengan mengikutsertakan Aril dalam berbagai kompetisi, mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Fatimatuz Zahro, kakak Aril, mengaku sejauh ini keluarga  mengenal Aril sebagai anak yang menyukai dunia seni secara umum.

Namun, pihak sekolah berhasil mengembangkan potensi lain yang sebelumnya belum terlihat, yakni seni pertunjukan pantomim. 

Sejak saat itu, keluarga memilih memberikan kepercayaan penuh pada sekolah untuk membimbing Aril mengembangkan bakatnya.

”Kami melihat bakat Aril sejak kelas VII SMP. Karena itu, dia terus kami ikutsertakan dalam berbagai perlombaan. Alhamdulillah, tahun ini perjuangan itu membuahkan hasil dengan meraih juara pertama tingkat nasional,” ungkap Fatimatuz Zahro.

Selama persiapan mengikuti FLS3N, dukungan keluarga tidak pernah surut. Mereka mendampingi Aril menjalani latihan rutin sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan perlombaan.

Menurut Zahra, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari peran besar sekolah dan pelatih yang sabar membimbing hingga kemampuan Aril berkembang secara maksimal.

R. Dian Kunfillah, guru pendamping Aril, menuturkan, proses latihan Aril sangat totalitas. Menurutnya, hampir setiap hari Aril latihan.

Karena perlombaan dilaksanakan secara daring, proses pengambilan video harus dilakukan berulang kali agar mendapatkan hasil terbaik. Namun, justru di situlah kreativitas Aril terlihat.

”Aril sangat inisiatif. Saat ada adegan yang menggambarkan ketakutan terhadap suara petir, dia menambahkan sendiri gerakan tubuh dan ekspresi yang membuat penampilannya semakin hidup. Itu murni dari idenya sendiri,” jelas Dian.

Menurut Dian, selain punya bakat di pantomim, Aril cukup berbakat dalam seni lukis dan menjahit. Kemauan belajar yang tinggi membuat Aril cepat menyerap arahan selama proses latihan.

Hal senada juga disampaikan pelatih Aril dari Ruang Pantomim Bangkalan, yaitu R. Nike Dianita Febriyanti.

Selama pengalaman dua tahun melatih Aril di dunia pantomim, dia menilai, Aril memiliki karakter ulet yang jarang dimiliki peserta seusianya.

Nike menjelaskan, yang membuat Aril istimewa adalah kemauannya untuk terus belajar. Dia tidak mudah menyerah, selalu mau mencoba lagi sampai berhasil.

”Kalau ingat awal berlatih, Aril sangat grogi. Tapi, dia tetap berusaha untuk bisa. Semua itu juga berkat dorongan orang tua,” terangnya.

Dalam kompetisi tingkat provinsi 2025, Aril membawakan lakon bertema tolong-menolong dengan judul Tangan Penolong  karya Nike.

Penampilan tersebut mengantarkannya meraih juara III melaju ke tingkat nasional. Di babak final nasional tahun ini, dia membawakan karya bertema aku pembela kebenaran dengan judul Jerit Rimba yang juga merupakan karya Nike.

Nike menjelaskan, perlombaan FLS3N tahun ini berlangsung secara daring pada Jumat (3/7) dengan durasi penampilan sekitar enam menit, sementara pengumuman pemenang dilakukan pada Jumat (17/7).

”Kaget dan tidak menyangka Aril jadi juara 1. Tapi, melihat semangat dan latihannya, Aril memang pantas mendatkan itu,” ucap Nike.

Sementara itu, Kepala SLB Samudra Lavender Bangkalan Khoirurroziqin menyatakan, pihaknya turut bangga atas keberhasilan Aril.

Pencapaian itu, kata dia, menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.

”Prestasi luar biasa yang diraih ananda Aril membuktikan bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk mengukir pencapaian terbaik. Kami berharap keberhasilan ini mampu menginspirasi seluruh siswa agar berani bermimpi besar dan terus mengembangkan minat serta bakat yang dimiliki,” tuturnya.

Dia berharap, capaian Aril menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

”Semoga akan lahir penerus-penerus Aril yang mampu membawa nama sekolah dan Bangkalan ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*/bil)

Editor : Amin Basiri
pantomim bangkalan FLS3N