JAKARTA, RadarMadura.id – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dipercaya untuk mengambil bagian dalam kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah perusahaan luar negeri.
Kerja sama yang melibatkan 14 perguruan tinggi dan KKP tersebut bertujuan untuk pengembangan sektor kelautan sesuai dengan lokasi masing-masing kampus.
Tujuan lainnya, untuk mengoptimalkan potensi laut yang ada di Indonesia.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan oleh KKP RI tersebut dalam rangka mendukung program prioritas pemerintah.
Selanjutnya, bagian dari implementasi kebijakan ekonomi biru kelautan dan perikanan.
Menurutnya, ada dua kegiatan sekaligus yang dihadirinya. Yakni, peluncuran Ocean Institute of Indonesia (OII), dan juga penandatanganan MoU antara KKP dengan 14 perguruan tinggi, serta beberapa perusahaan asal Korea dan Jepang.
”UTM termasuk bagian dari 14 kampus yang melakukan kerja sama dengan KKP dan beberapa perusahaan asal luar negeri,” katanya.
Safi’ menambahkan, kerja sama tersebut juga bertujuan untuk mengembangkan sektor kelautan yang teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan karakter masing-masing perguruan tinggi.
Itu artinya, UTM menjadi kampus yang dipercaya untuk mengembangkan potensi laut yang ada di Pulau Madura.
”Intinya, potensi laut yang ada di Indonesia bisa dioptimalkan secara bersama-sama, antara pemerintah, kampus, dan industri,” imbuhnya.
Baca Juga: Mantri BRI Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan UMKM hingga Pelosok Indonesia
Orang nomor satu di lingkungan UTM itu berharap, dengan adanya kerja sama tersebut, sektor laut yang merupakan harta karun benar-benar berdampak untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Perguruan tinggi yang dia pimpin juga sudah sangat siap bekerja sama dengan KKP.
Baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun dari persyaratan teknis lainnya.
Apalagi, lanjut Safi’, UTM sudah memiliki Program Studi Kelautan dan sudah memiliki banyak ahli di bidang kelautan.
Dengan adanya MoU tersebut, diharapkan bisa mengoptimalkan SDM yang ada.
”Sehingga, semua program pemerintah bisa dikolaborasikan dengan perguruan tinggi,” tandasnya.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengutarakan, dengan diluncurkannya OII atau Institut Kelautan Indonesia tersebut, diharapkan mampu melahirkan industri dan inovasi baru dalam pengelolaan potensi laut.
Dia ingin mengimplementasikan ekonomi biru kelautan dan perikanan.
”Kami ingin ada industri dan inovasi baru ke depan, dan kami ingin mengimplementasikan ekonomi biru,” tegasnya.
Menurutnya, ada beberapa tantangan dalam mengaplikasikan ekonomi biru kelautan.
Salah satunya, potensi laut Indonesia belum dikelola dengan baik. Padahal di beberapa negara, industri laut sudah berkembang pesat.
Oleh karena itu, lanjut dia, KKP berencana untuk merombak pengelolaan potensi laut. Salah satu alasannya, dipadupadankan dengan kemajuan zaman.
Baca Juga: Layanan JKN Semakin Mudah, Perusahaan dan Pekerja Rasakan Manfaatnya
”Agar industri kita menjadi hebat dan maju, ada beberapa standar yang harus disesuaikan,” tambahnya.
Ditambahkan, KKP melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan kemajuan industri kelautan.
Dengan adanya kerja sama tersebut, dia menginginkan pengembangan industri laut lebih modern.
”Misalnya budi daya rumput laut tidak lagi menggunakan cara tradisional,” pungkasnya.
Penandatanganan MoU antara UTM dan KKP RI tersebut menjadi momen spesial bagi Safi'.
Dalam kesempatan itu, selain dihadiri Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Bambang Haryadi, dalam acara tersebut Safi' juga ditemani Wakil Direktur Pascasarjana Dr. Rina Yulianti. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti