BANGKALAN, RadarMadura.id – Sebanyak 98 siswa SDN Banjar 4 Kecamatan Galis harus melangsungkan pembelajaran di ruang kelas yang tak layak.
Gedung sekolah yang digunakan sangat memprihatinkan. Bahkan, guru di lembaga itu harus rela patungan demi memperbaiki prasarana pendidikan yang rusak.
Pengajuan bantuan agar sekolah itu mendapat program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pernah dilakukan.
Namun, tak pernah disetujui. Sedangkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan berdalih keterbatasan anggaran.
Baca Juga: Pilkades Serentak di Kabupaten Pamekasan Belum Bisa Digelar, Terkendala Penyusunan Regulasi
Kepala SDN Banjar 4 Chotim menyatakan, usulan untuk menjadi penerima program revitalisasi telah dilakukan di tahap pertama.
Namun, belum mendapat angin segar, sehingga pihaknya kembali mencoba peruntungan dengan mengajukan ulang program revitalisasi di tahap dua.
Kerusakan fasilitas pendidikan di lembaganya mulai terjadi sejak 2024. Tiga ruang kelas di sekolahnya rusak berat. Lantai, tembok, hingga atap sekolah rusak berat.
”Lantainya rusak, tapi sudah kami perbaiki menggunakan lantai semen saja, yang penting tidak berdebu,” ujarnya.
Parahnya, sebelum memulai pelajaran, guru harus memasang tegel lantai seperti menyusun puzzle agar tak mengganggu proses pembelajaran.
Sehingga di tahun pertama Chotim menjabat sebagai Kepsek, dia melakukan pembenahan secara swadaya dengan dibantu guru dan masyarakat sekitar.
”Sebagian sudah kami anggarkan melalui dana BOS, kami perbaiki sedikit demi sedikit,” paparnya.
Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri mengeklaim, keterbatasan prasarana pendidikan di SDN Banjar 4 Kecamatan Galis telah menjadi perhatian lembaganya.
Baca Juga: 27 Pria Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur
Bahkan, telah diajukan untuk mendapat program revitalisasi dari pemerintah pusat.
Namun, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena penentuan penerima program revitalisasi merupakan otoritas Kemendikdasmen.
Yakni, mengacu pada data pokok pendidikan (dapodik) dan proposal permohonan yang diajukan.
Satu-satunya cara untuk memenuhi fasilitas pendidikan yang layak di SDN Banjar 4 yaitu melalui program revitalisasi.
Sebab, pemkab keterbatasan anggaran untuk merevitalisasi sekolah yang rusak berat.
”Apa pun solusinya tetap butuh anggaran, dan APBD kami terbatas tahun ini,” tutupnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti