Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Langsungkan KBM di Bangunan Semipermanen, Prasarana Pendidikan SDN Banjar 4 Tak Layak

Amin Basiri • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:14 WIB
MEMPRIHATINKAN: Siswa SDN Banjar 4 Kecamatan Galis, Bangkalan, melangsungkan pembelajaran di ruang kelas berbahan bambu, Rabu (9/7).
MEMPRIHATINKAN: Siswa SDN Banjar 4 Kecamatan Galis, Bangkalan, melangsungkan pembelajaran di ruang kelas berbahan bambu, Rabu (9/7).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Keterbatasan prasarana pendidikan membuat siswa SDN Banjar 4 Kecamatan Galis, Bangkalan, harus belajar di tempat yang tak representatif.

Itu mengindikasikan kegagalan Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan dalam memenuhi prasarana pendidikan yang layak dan memadai.

Kepala SDN Banjar 4 Chotimah tak menampik fasilitas pendidikan di sekolahnya sangat memprihatinkan.

Bangku belajar untuk siswanya sangat terbatas, sementara gedung sekolah rusak.

Kondisi tersebut menuai respons dari masyarakat di sekitar sekolah. Warga rela membangun tempat semipermanen menggunakan bambu untuk digunakan sebagai tempat belajar siswa kelas I dan II.

”Karena tidak memiliki ruang kelas yang memadai, terpaksa ada kelas yang harus kami sekat, paparnya.

Pembangunan tempat belajar menggunakan bambu tersebut diinisiasi Chotimah bersama para guru SDN Banjar 4 lainnya.

Sebab, keterbatasan prasarana pendidikan yang terjadi memengaruhi efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

”Kami dan para guru juga sepakat untuk menyisihkan gaji kami untuk kebutuhan ruang kelas (menggunakan bambu), imbuhnya.

Chotimah mengaku telah berupaya melakukan beberapa langkah strategis untuk memberikan fasilitas pendidikan yang layak kepada peserta didiknya.

Yakni, dengan mengajukan program revitalisasi ke dinas pendidikan (dispendik). Namun, upaya tersebut belum berbuah manis.

Tahun ini lembaganya masuk dalam daftar pengajuan program revitalisasi ke pemerintah pusat.

Namun, hingga saat ini program tersebut tak kunjung terealiasi. Sudah pernah kami usulkan, namun gagal untuk mendapatkan (program) perbaikan, katanya.

Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto tak memungkiri fasilitas pendidikan di SDN Banjar 4 belum representatif.

Pihaknya mengeklaim telah mengajukan lembaganya untuk mendapat program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. ”Tapi belum nyantol, mungkin belum rezeki, katanya.

Dispendik Bangkalan tidak memiliki solusi konkret dalam menangani keterbatasan prasarana di SDN Banjar 4. Dia berdalih keterbatasan anggaran.

Padahal sarana dan prasarana menjadi salah satu komponen yang harus diperhatikan dalam delapan statndar pendidikan nasional.

Mungkin di tahap dua nanti akan kami usulkan lagi, siapa tahu disetujui, tutupnya. (za/jup)

Editor : Amin Basiri
#SDN Banjar 4 #Dispendik Bangkalan #sarana pendidikan #keterbatasan