
BANGKALAN, RadarMadura.id – Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Bangkalan digelar di Pondok Pesantren Al Hikam Kemayoran, Bangkalan, Minggu (28/6).
Forum strategis tersebut jadi momentum dalam menentukan arah ICMI Bangkalan untuk tiga tahun ke depan.
Ketua ICMI Bangkalan Periode 2023–2026 Setiabudhi menyatakan, organisasinya memiliki komitmen dalam menjaga resonansi antara masyarakat dan para cendekiawan muslim.
Sehingga, gagasan yang dicetuskan Presiden RI ke-3 BJ Habibie itu dijadikan program prioritas selama kepemimpinannya.
"Muslim sebagai mayoritas harus bisa merangkul semua golongan. Tanpa memandang agamanya. Maka, semuanya harus kita rangkul," ujarnya.
Pihaknya berharap pengurus ICMI Bangkalan periode 2026–2029 dapat menjadi wadah dalam menampung aspirasi masyarakat.
Juga, dapat menjadi mitra yang bisa memberikan gagasan dan ide cemerlang kepada pemerintah.
Khususnya, gagasan yang dapat menjawab tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.
"Misalnya, tentang hilirisasi energi dan swasembada pangan," katanya.
Mantan Sekkab Bangkalan itu menambahkan, ICMI memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
Baca Juga: Tunggu Hasil Labfor, Pihak Keluarga Menduga Korban RYS Dibunuh
Sebab, diisi orang-orang dari berbagai macam latar belakang. "Di dalamnya juga banyak ilmuan," sambungnya.
Budhi menambahkan, selama ini sinergitas antara ICMI dan Pemkab Bangkalan terjalin sangat erat.
Maka, ke depan ICMI akan berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bangkalan.
"Bangkalan kota penyangga dari Surabaya. Maka, kita sudah harus berpikir apa yang tidak ada di Surabaya, harus ada di Bangkalan," tukasnya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti