BANGKALAN, RadarMadura.id - Tewasnya aparatur sipil negara (ASN) di dalam Mobil Innova nomor polisi M 1090 GP di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo menguak fakta Baru. Korban Ruli Yunis Setiawati, 50, warga Jalan Flamboyan No. 18 Perumda Bangkalan itu diduga meninggal dunia sebelum masuk bandara.
Berdasarkan penelusuran RadarMadura.id, pada pukul 22.27 proses autopsi korban di Rumah Sakit Bhayangkara Porong selesai pada pukul 22.27 pada Rabu malam (24/6/2026). Namun, hasilnya belum dibeberkan secara resmi oleh pihak berwajib.
Kuasa hukum korban Risang Bima Wijaya menuturkan, berdasarkan hasil keterangan dari salah satu tim Inafis Polresta Sidoarjo menyebutkan bahwa kondisi jenazah sudah pembusukan lanjut. Sementara belum ditemukan indikasi kekerasan.
Namun keterangan tersebut belum dipastikan benar, sebab hasil autopsi belum keluar dan belum diberikan kepada pihak keluarga.
"Itu belum tentu karena bukan dokternya langsung yang menyampaikan, saya hanya tanya-tanya saja," ujarnya.
Tapi yang pasti korban meninggal dunia di luar bandara, dia menduga saat masuk bandara Juanda korban sudah dalam keadaan meninggal. Hal itu berdasarkan bukti CCTV pada saat pengambilan tiket masuk bandara.
"Jadi masuk ke area bandara dalam keadaan meninggal, korban hanya ditinggal atau dibuang disitu," lanjutnya.
Menurutnya, posisi saat masuk ke bandara berada di bangku penumpang depan kiri, dengan posisi terlentang. Tinggal dilakukan pencocokan, dan beberapa saksi sudah dimintai keterangan.
Risang belum bisa memastikan saat masuk ke bandara korban bersama dua orang. Namun yang pasti dan terekam kamera CCTV pengemudi mobil tersebut seorang pria menggunakan masker.
"Posisi korban di kursi penumpang depan dan posisi joknya direbahkan, sesuai dengan posisi saat jenazah ditemukan tadi," katanya.
Baca Juga: Dapur MBG Kian Menjamur, Tokoh Masyarakat Desak APH Lakukan Audit
Tidak hanya itu, ada beberapa kejanggalan lain. Diantaranya kunci mobil dinas (mobdin) itu hilang. Dia menduga memang sengaja dikunci dari luar lalu ditinggalkan di dalam mobil. Sementara barang-barang korban seperti handphone masih ada di dalam mobil.
Dia belum bisa memastikan apakah kliennya itu korban pembunuhan, bisa saja meninggal dunia akibat serangan jantung kemudian pelaku panik dan membuangnya di bandara.
"Tapi kalau peristiwa pidana pasti iya, ada upaya menyembunyian. Atau memang korban pembunuhan yang senagaja dibuang disitu, karena barang-barangnya lengkap," bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan. Ruli Yunis diprediksi masuk area parkiran Bandara Juanda pada pukul 16.15 WIB, Sabtu (20/6/2026).
Korban ditemukan tewas oleh pengunjung bandara pada Rabu (24/6/2026). Hal itu karena terdapat bau menyengat dan keluar cairan dari mobdin plat merah yang diparkir di Bandara Juanda. (za/dry)
Editor : Hendriyanto