Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

ASN Bangkalan Diduga Tewas sebelum Tiba di Bandara, Teman Pria Menghilang, Mobdin Dikunci dari Luar

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 25 Juni 2026 | 05:20 WIB
BERKABUNG: Jenazah Ruli Yunis Setiawati saat tiba di rumah duka di Jalan Flamboyan, Perumda, Bangkalan, Rabu (24/6).
BERKABUNG: Jenazah Ruli Yunis Setiawati saat tiba di rumah duka di Jalan Flamboyan, Perumda, Bangkalan, Rabu (24/6).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Insiden tewasnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (RYS), menguak fakta baru.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan itu diduga sudah meninggal sebelum tiba di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Berdasarkan penelusuran RadarMadura.id, pada Rabu (24/6) pukul 22.27, proses otopsi yang dilakukan tim medis di Rumah Sakit Bhayangkara Porong sudah selesai.

Namun, hasilnya belum dibeberkan secara resmi kepada keluarga RYS.

Baca Juga: Sekdis PRKP Tewas di Dalam Mobdin, Petugas Buka Paksa Pintu Mobil

Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, menuturkan, berdasarkan hasil keterangan dari salah satu anggota Tim Inafis Polresta Sidoarjo, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut.

Untuk sementara, memang belum ditemukan adanya indikasi kekerasan.

"Namun, keterangan tersebut belum tentu benar. Apalagi, yang menyampaikan bukan dokter yang menangani langsung. Sebab, hasil otopsi belum keluar dan belum diserahkan kepada pihak keluarga. Saya hanya tanya-tanya saja," ujarnya.

Menurut keyakinan Risang, RYS meninggal dunia di luar bandara, alias bukan di bandara.

Dia menduga, saat masuk bandara, RYS sudah dalam keadaan meninggal. Hal itu berdasarkan bukti CCTV pada saat pengambilan tiket masuk bandara.

"Jadi, masuk ke bandara dalam keadaan sudah meninggal, korban hanya ditinggal atau dibuang di situ (Bandara Internasional Juanda)," ucapnya.

Dijelaskan, saat memasuki bandara, RYS duduk di kursi depan kiri dengan posisi telentang.

"Tinggal dilakukan pencocokan, apalagi beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh polisi," bebernya.

Baca Juga: Sekretaris DPRKP Bangkalan Ditemukan Meninggal di dalam Mobil Dinas setelah Terparkir Berhari-hari di Bandara Juanda

Risang belum bisa memastikan apakah saat masuk ke bandara RYS ditemani dua orang.

Namun, jika merujuk pada rekaman CCTV, terdapat seorang pria misterius mengenakan masker mengemudi mobdin berwarna hitam lansiran tahun 2014 tersebut.

"RYS duduk di kursi depan dan posisi joknya direbahkan, sesuai dengan posisi saat jenazah ditemukan petugas tadi," ulasnya.

Risang lalu mengungkap hal yang janggal dalam kasus tersebut, yakni kunci mobdin dan sosok pengemudi hilang.

Dia menduga mobdin sengaja dikunci dari luar lalu RYS ditinggalkan sendirian.

"Barang-barang RYS, seperti handphone, masih ada di dalam mobil," tuturnya.

Risang belum bisa memastikan apakah RYS korban pembunuhan atau meninggal dunia akibat serangan jantung kemudian pelaku panik dan membuangnya di bandara.

"Tetapi, kalau peristiwa pidana itu pasti iya, ada upaya menyembunyikan. Atau, RYS memang korban pembunuhan yang sengaja dibuang di bandara. Sebab, barang-barang milik RYS lengkap, tidak ada yang hilang," tandasnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#bukti CCTV #dikunci dari luar #pengemudi hilang #asn #meninggal