Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengusaha Rugi Puluhan Juta, Akibat Pemadaman Listrik tanpa Pemberitahuan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 21 Juni 2026 | 20:15 WIB
TERDAMPAK: H Abdrurrahman, pengusaha air mineral di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, menunjukkan mesin kompresor yang rusak akibat pemadaman listrik Sabtu (20/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
TERDAMPAK: H Abdrurrahman, pengusaha air mineral di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, menunjukkan mesin kompresor yang rusak akibat pemadaman listrik Sabtu (20/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemadaman listrik mulai dikeluhkan masyarakat, utamanya yang memiliki usaha. Kondisi tersebut membuat pengusaha mengalami kerugian hingga puluhan juta. Sebab, pemadaman listrik berlangsung hingga empat jam.

Hal ini dikeluhkan H Abdurrahman, pengusaha air mineral Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan.

Dia mengaku resah karena pemadaman listrik mendadak. Menurutnya, tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN soal pemadaman tersebut.

”Seandainya ada pemberitahuan sehari sebelumnya mendingan. Kami bisa cari alternatif lain,” ujarnya.

Baca Juga: Petani Tembakau Dicoret sebagai Penerima BLT DBHCHT, Sekkab Pamekasan Sebut Skema Penyaluran Bisa Diubah

Dia mengungkapkan, pemadaman listrik terjadi di desa sudah empat kali. Sebagai pengusaha yang bergantung pada tenaga listrik, hal ini sangat mengganggu dan merugikan.

Apalagi pemadaman terjadi hingga empat jam. Pihaknya juga tidak mendapatkan kepastian dari pihak PLN soal jadwal pemadaman tersebut.

”Saya hubungi manajer PLN yang di Bangkalan, katanya saat itu tidak ada jadwal pemadaman. Tapi faktanya masih ada pemadaman lagi,” kesalnya.

Akibatnya, aktivitas produksi air lumpuh selama pemadaman listrik. Bahkan, kompresor yang biasanya digunakan untuk memproduksi air rusak.

Abdurrahman mengaku rugi Rp 45 juta selama pemadaman berlangsung. Biasanya sehari dia memproduksi empat palet, namun selama pemadaman hanya memproduksi 1 hingga 2 palet.

”Saat pemadaman kali pertama, dinamo mesin kompresor rusak. Kalau beli barunya sekitar Rp 9 juta,” paparnya.

Abdurrahman menyatakan, hingga kemarin belum ada kepastian dari pihak PLN Bangkalan soal pemadaman listrik kapan akan berakhir.

Sementara jika menggunakan jasa rental generator set (genset) membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sehari bisa menelan biaya berkisar Rp 3 juta. Jika beli mesinnya, harganya mencapai Rp 60 juta.

Baca Juga: Review Pemilik Changan Lumin Setelah 4.000 Km, Irit Setara Motor tapi Ada Catatan Soal Stabilitas

”Seandainya ada pemberitahuan kan enak. Saya bisa memberi tahu pekerja dan customer saya,” tuturnya.

Pekerja Bagian Administrasi Yeni Kumalasari menyampaikan, gaji pegawai di tempat dia bekerja menggunakan sistem borongan.

Pasca adanya pemadaman listrik, kinerja karyawan menurun dan gaji yang diterima otomatis juga berkurang. 

Sehari pekerja bisa mendapatkan gaji Rp 50 hingga Rp 70 ribu. Setelah adanya pemadaman listrik, gaji mereka berkisar Rp 30 hingga Rp 40 ribu.

”Kalau padam, karyawan tidak ada kerjaan, pemadaman ini sangat mengganggu kami,” ujarnya.

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan Nasir tidak memberikan keterangan secara detail terkait pemadaman listrik tersebut.

Saat dikonfirmasi koran ini, dia mengaku masih ada acara. ”Mohon maaf mungkin bisa di WA dulu, masih ada acara,” jawabnya singkat. (za/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#merugikan #pemadaman listrik #Dikeluhkan #pln #kerugian