Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Berharap BGN Bijak, Tokoh Masyarakat Bangkalan Dukung Evaluasi Program MBG

Hendriyanto • Jumat, 19 Juni 2026 | 18:23 WIB
Imron Abd. Fattah, tokoh masyarakat Bangkalan
Imron Abd. Fattah, tokoh masyarakat Bangkalan

BANGKALAN, RadarMadura.id – Keputusan pemerintah untuk mengevaluasi dan menghentikan distribusi menu makan bergizi gratis (MBG) selama libur sekolah menuai beragam tanggapan. Salah satunya dari tokoh masyarakat (tomas) asal Bangkalan, Jawa Timur Imron Abd. Fattah.

Pria yang biasa disapa Ra Imron itu menyatakan, program MBG memberikan manfaat besar dalam rangka peningkatan gizi anak. Mulai anak usia di bawah lima tahun (balita), siswa SD, SMP, dan SMA sederajat.

"Karena program ini diluncurkan untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Maka, untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing harus dimulai dari sekarang," ujarnya.

Program MBG juga dinilai dapat memberikan multiplier effect yang sangat besar. Sebab, mampu menyerap tenaga kerja lokal dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyakarat.

Di sisi lain, Ra Imron menyambut baik evaluasi tata kelola program MBG yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN). Sehingga, program tersebut bisa terealisasi dengan lebih baik ke depannya.

"Semua orang setuju MBG program yang baik, meskipun masih perlu adanya evaluasi menyeluruh," imbuhnya.

Baca Juga:   Kritik Realisasi MBG di Kabupaten Pamekasan, LMB Minta Kinerja Korwil BGN Dievaluasi

Namun pihaknya berpesan, terdapat beberapa poin yang harus diperhatikan BGN dalam proses evaluasi yang dilakukan. Antara lain, perihal pemberian insentif kepada mitra satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG).

Sebab, sebagian besar pengelola mitra SPPG membangun dapur MBG dari dana pinjaman ke lembaga perbankan.

"Kalau insentif dihentikan saat libur sekolah, bagaimana mitra memenuhi cicilan pokok di bank. Belum lagi bunga pinjamannya, kan kasihan," sambungnya.

Awalnya pemberian insentif terhadap mitra berlangsung enam hari dalam sepekan. Namun akhirnya diubah menjadi lima hari selama sepekan. Keputusan tersebut sudah sangat tepat karena menu MBG disalurkan lima hari dalam sepekan.

"Tetapi kalau insentif itu dihentikan saat sekolah libur panjang, bagaimana mitra akan membayar tanggung modal. Sebab, di Bangkalan modal mitra itu dari pinjaman semua," katanya.

Baca Juga: Dewan Tuding Dapur Kemas Ceroboh, Distribusikan Susu MBG Berulat

Ra Imron juga berharap evaluasi yang dilakukan BGN juga mempertimbangkan nasib para pekerja dapur MBG. Sebab, banyak pekerja yang menggantungkan hidup dan penghasilan dari pelaksanaan program MBG.

"Maka, selain tata kelola dievaluasi, sebaiknya program MBG tetap dilanjutkan. (jup/dry)

Editor : Hendriyanto
#bangkalan #Mbg #badan gizi nasional #BGN #tokoh masyarakat