Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tiga Ruang Kelas SDN Tlomar 2 Rusak Berat

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 16 Juni 2026 | 06:40 WIB
MEMPRIHATINKAN: Murid SDN Tlomar 2,  Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar Senin (15/6). (OKTA TRICAHYANA UNTUK JPRM)
MEMPRIHATINKAN: Murid SDN Tlomar 2,  Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar Senin (15/6). (OKTA TRICAHYANA UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kondisi gedung SDN Tlomar 2, Kecamatan Tanah Merah, cukup memprihatinkan.

Terdapat tiga ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah dan belum pernah diperbaiki.

Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut tidak berjalan kondusif.

Kepala SDN Tlomar 2 Okta Tricahyana memaparkan, kerusakan gedung di sekolahnya cukup serius dan berat.

Terdapat tiga ruang kelas yang sudah tidak layak untuk ditempati. Lantai bangunan masih berupa tanah, kusen sudah banyak yang keropos, dan atap sekolah banyak yang bolong.

Baca Juga: Mengapa Kehadiran Kawasaki Brusky 125 Menjadi Langkah Berani di Tengah Lesunya Pasar Motor Sport

"Saat hujan lebat kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Kondisi tersebut sudah lama diketahui oleh warga SDN Tlomar 2. Sejak Okta menjabat pada 2015 lalu, kondisi gedung sekolah sudah mengkhawatirkan.

Okta sempat mengajukan revitalisasi ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan dan sempat disurvei, namun gagal karena status lahan.

"Tidak jadi diperbaiki karena status tanah masih percaton," ulasnya.

Okta menambahkan, tahun ini Dispendik Bangkalan sudah mengajukan revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Namun, dia tidak mau berharap berlebihan karena khawatir gagal seperti usulan tahun lalu.

Dijelaskan, jumlah ruangan yang dimiliki SDN Tlomar 2 hanya enam kelas tanpa ruang guru dan tanpa perpustakaan, termasuk tidak dilengkapi kamar mandi.

"Oleh karena itu, pihak sekolah harus memanfaatkan ruangan yang ada untuk difungsikan sebagai ruangan guru. Kami sekat untuk dijadikan ruang kelas dan ruang guru," tuturnya.

Okta berharap perhatian khusus dari Pemkab Bangkalan untuk segera memperbaiki dan merenovasi ruang kelas yang sudah lama rusak, sehingga KBM tidak terganggu dan murid merasa aman tanpa harus takut atap gedung roboh. Apalagi saat hujan, lantai becek karena belum dikeramik.

Baca Juga: Jadi Solusi Kreator Konten, DJI Rilis Mic 3 dengan Fitur Pembatal Bising AI Berkinerja Tinggi

"Kalau hujan, murid kami tidak memakai sepatu karena ruang kelas becek," ucapnya.

Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto menyatakan, awal tahun ini institusinya sudah mengusulkan revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) ke Kemendikdasmen.

Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman sekolah mana saja yang dinyatakan mendapatkan program perbaikan tersebut.

"SDN Tlomar 2 sudah kami usulkan melalui program revitalisasi reguler," ungkapnya.

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan apakah usulan revitalisasi SDN Tlomar 2 dikabulkan atau tidak. Namun, dia berharap dikabulkan dan bisa terealisasi tahun ini.

"Apalagi lahan sekolah tersebut sudah berstatus aset Pemkab Bangkalan, makanya kami usulkan revitalisasi," tandasnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#SDN Tlomar 2 #kerusakan gedung #Dispendik Bangkalan #kemendikdasmen