BANGKALAN, RadarMadura.id – Sejarah baru tercipta di momentum Dies Natalis Ke-25 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM).
Di usia ke seperempat abad, UTM membuka Fakultas Kedokteran (FK) yang di-launching bersamaan dengan dies natalis ke-25, Jumat (12/6).
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyatakan, tak mudah untuk bisa mendapat legitimasi dalam mendirikan FK.
Sebab, prosesnya jauh lebih sulit dibandingkan mendirikan fakultas dan pogram studi (prodi) lainnya.
Banyak proses dan tahapan yang harus dilalui untuk bisa mendapat izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Salah satunya masalah akreditasi kampus.
Di awal pengajuan, UTM masih terakreditasi baik sekali. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong agar seluruh instrumen yang dipersiapkan untuk pendirian FK fokus meningkatkan akreditasi kampus agar menjadi unggul.
”Alhamdulillah, di 2024, UTM terakreditasi unggul. Akhirnya, cita-cita untuk mendirikan FK bisa terwujud dengan dikeluarkannya Kepmendiktisaintek Nomor 610/B/O/2026,” ujarnya.
Prof. Safi’ mengungkapkan, keberhasilan UTM mendapat izin membuka FK tidak lepas dari back up dari FK Universitas Brawijaya (UB).
Bahkan, salah satu kampus ternama di Jawa Timur tersebut menugaskan salah satu guru besarnya untuk menjadi dekan di FK UTM.
Orang nomor satu di lingkungan UTM itu menambahkan, penerimaan mahasiswa baru FK tahun akademik 2026/2027 telah dibuka.
Pagu penerimaannya dibatasi maksimal 50 mahasiswa baru. Pihaknya berkomitmen menjaga kualitas mutu akademik fakultas yang baru diresmikan.
”Kami kedepankan kualitas sesuai dengan standar yang diatur Permendiktisaintek,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan selamat atas peluncuran Fakultas Kedokteran di usia ke-25 UTM.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berkomitmen untuk siap bersinergi dengan kampus di ujung barat Pulau Madura tersebut.
”Ini menjadi kabar bahagia bagi kita semua, apalagi FK ini menjadi yang pertama di Madura,” katanya.
Hadirnya FK UTM menjadi penyemangat bagi transformasi SDM di Madura. Karena keberadaan kampus yang membuka FK dinantikan seluruh masyarakat di empat kabupaten di Madura.
”Kami berbahagia dengan adanya FK ini, karena meski FK ini dibuka di UTM (Bangkalan), tetapi secara jangkauan juga memberikan dampak bagi masyarakat di kepulauan di Sumenep,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti