BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengusutan kasus penganiayaan yang menewaskan Syaifuddin, 40, warga Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, berjalan di tempat.
Indikasinya, hingga saat ini polisi belum mengamankan tersangka Jailani.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, sampai saat ini polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap Jailani.
"Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Semoga dalam waktu dekat bisa kami amankan," katanya.
Agung Intama belum dapat berspekulasi soal motif dan pemicu penganiayaan tersebut karena saksi-saksi masih belum bisa dimintai keterangan.
Meskipun di luar beredar informasi bahwa penyebab tersangka menganiaya korban karena terjadi kesalahpahaman tentang kandang bebek.
"Kami belum bisa memastikan karena pelaku juga belum diamankan," sambungnya.
Sekadar diketahui, insiden berdarah itu terjadi pada Rabu (3/6) sekitar pukul 19.30. Itu artinya sudah sepekan perkara tersebut ditangani oleh penyelidik Satreskrim Polres Bangkalan.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga yang enggan namanya dikorankan, Jailani mendatangi rumah korban dan keduanya sempat salaman.
Namun, beberapa menit kemudian, Jailani langsung mengeluarkan sebilah celurit dan mengayunkannya ke tubuh korban.
"Korban dan Jailani ini masih ada ikatan keluarga," ucapnya.
Korban Syaifuddin seusai kejadian harus dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan karena mengalami luka yang cukup serius.
Namun, saat di perjalanan nyawanya tidak tertolong. Sebab, mengalami luka bacok dengan lebar sekitar 20 sentimeter yang mengenai usus. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti