BANGKALAN, RadarMadura.id – Tim surveilans dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan dan Puskesmas Kokop telah melakukan pendalaman atas insiden keracunan massal yang terjadi Kamis (4/6). Hasilnya cukup mengejutkan.
Sebab, terdapat 975 penerima manfaat (PM) menu makan bergizi gratis (MBG) yang mengalami mual-mual.
Itu artinya, terdapat 36 persen dari penerima manfaat yang mengalami gejala sama dengan pasien yang sempat dilarikan ke Puskesmas Kokop.
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku terkejut dengan hasil pemeriksaan sampel atas kasus keracunan yang terjadi di Kecamatan Kokop.
Sebab, terdapat ratusan siswa yang mengalami gejala mual-mual dan pusing.
”Hasil tim surveilans menyebutkan, hampir seribu siswa yang mengalami mual-mual,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan itu memaparkan, data yang dikantongi tim surveilans sudah dirasa cukup untuk mengidentifikasi penyebab keracunan massal.
Meskipun, hasil uji laboratorium terhadap menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan itu belum keluar.
Biasanya, sambung Bambang, uji laboratorium dapat diketahui setelah 10–15 hari dikirimkan.
Oleh sebab itu, pihaknya juga masih melakukan pengolahan data untuk membuat kesimpulan penyebab keracunan massal.
”Tim surveilans tengah membuat kesimpulan,” paparnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti