BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah siswa SMAN I Kokop yang keracunan diduga akibat mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) bertambah. Awalnya, jumlah siswa sebanyak 84 orang bertambah menjadi 86 yang harus dilarikan ke puskesmas.
Peristiwa ini menjadi satu-satunya kasus dengan korban terbanyak di Kota Salak sepanjang program MBG bergulir. Hingga kemarin (6/6), jumlah pasien yang sudah dipulangkan tercatat sebanyak 85 orang. Tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kokop.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika tidak menampik jika kasus keracunan gara-gara menu MBG di Kecamatan Kokop itu masuk dalam daftar kasus dengan korban terbanyak di Bangkalan. Sebelumnya, pernah terjadi siswa keracunan tapi korbannya tidak banyak.
”Benar, ini kasus keracunan dengan jumlah korban paling banyak selama MBG ini berjalan di Bangkalan,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan itu mengungkapkan, jumlah korban yang mengalami mual dan pusing bertambah dua orang dan dilarikan ke puskesmas. Korban yang masih menjalani rawat inap tinggal satu orang. Sementara 85 korban lainnya sudah dipulangkan.
”Laporan yang masuk ke kami korbannya menjadi 86 orang. Tapi yang rawat inap tinggal satu pasien,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah mengirimkan sampel makanan yang dikonsumsi siswa ke badan gizi nasional (BGN) wilayah Jawa Timur. Yakni menu nasi putih, sate ayam, acar tomat dan water, tempe, dan buah semangka, termasuk muntahan korban. ”Sampel sudah kami kirimkan,” tegasnya.
PIC SPPG Al Barokah Nikmatul Kausiyah mengeklaim, proses penyajian menu MBG sudah sesuai prosedur. Sebelum didistribusikan sudah dicek dan dipastikan menu tidak bermasalah. Dapurnya tercatat sudah dua kali menyajikan menu sate.
”Kami sudah dua kali memberikan menu sate karena banyak permintaan dari siswa,” klaimnya.
Atas insiden tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi agar hal serupa tidak terulang kembali. Pihaknya berencana mendatangkan chef untuk melakukan pelatihan terhadap relawan. ”Kami akan adakan pelatihan nanti,” paparnya. (za/bil)
Editor : Amin Basiri