Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BPBD Bangkalan Prediksi Belasan Desa Alami Kekeringan Ekstrem

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 6 Juni 2026 | 08:47 WIB
Ilustrasi Kekeringan Ekstrem. (KaltimPost/JawaPos)
Ilustrasi Kekeringan Ekstrem. (KaltimPost/JawaPos)

BANGKALAN, RadarMadura.id Bayang-bayang krisis air bersih mulai mengintai sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan.

Kini badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mulai memetakan potensi risiko kekeringan ekstrem menyusul berakhirnya musim hujan. 

Berdasarkan hasil pemetaan awal, terdapat 17 desa di tiga kecamatan yang diprediksi bakal menjadi wilayah paling terdampak saat musim kemarau berlangsung.

Kepala BPBD Bangkalan M. Zainul Qomar menyatakan, pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan merupakan instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Sebab, dinamika cuaca di kini tidak menentu.

Baca Juga: Laptop Murah Acer Aspire Go 15 Resmi Meluncur Global, Bawa Pilihan Intel hingga Snapdragon C untuk Pengguna Harian yang Cari Performa Hemat

”Saat ini wilayah Bangkalan sebenarnya sudah resmi masuk masa peralihan cuaca atau fase pancaroba,” tambahnya.

Berdasarkan data terkini, kondisi atmosfer di Madura memang tergolong masih labil.

Kendati demikian, BPBD memprediksi proses transisi dari musim hujan menuju kemarau ini akan terus bergulir hingga penghujung bulan ini.

”Peralihan musim akan terus berlangsung hingga Juni,” katanya.

Meski kemarau belum sepenuhnya datang, titik-titik rawan kekeringan kritis sudah dipetakan.

Di Kecamatan Konang misalnya, ada lima desa yang masuk zona merah kekeringan ekstrem.

Yakni Desa Galis Dajah, Kanagarah, Durin Barat, Batokaban, dan Desa Durin Timur.

Baca Juga: Tablet Murah Xiaomi Redmi Pad 2 9.7 Hadir di Indonesia dengan Headphone Neo, Kombinasi Harga Terjangkau dan Spesifikasi Menarik

”Sudah kami petakan belasan desa yang diprediksi akan mengalami kekeringan ekstrem itu tersebar di tiga kecamatan,” urainya.

Daftar hitam wilayah krisis air juga mencakup 12 desa lain di Kecamatan Geger dan Kokop. Seperti Desa Kombangan, Lerpak, hingga dan Desa Manoan.

”Belasan desa yang masuk dalam daftar kekeringan ekstrem itu sama seperti tahun sebelumnya,” tutupnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kemarau #pancaroba #kekeringan ekstrem #madura #BPBD Bangkalan