BANGKALAN, RadarMadura.id – Puluhan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) puskesmas di Bangkalan menjalani asesmen mutu pelayanan. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tersebut mendapat respons positif dari beberapa organisasi profesi kesehatan di Bangkalan.
Antara lain, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).
Ketua PPNI Bangkalan Agus Salim menyatakan, organisasinya menyambut baik asesmen yang dilaksanakan dinkes pada Kamis (4/6) hingga Jumat (5/6).
Karena itu bisa menjadi bahan evaluasi bagi bupati dan dinkes dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di puskesmas.
Selain itu juga dapat dijadikan acuan dalam penentuan pemberian tugas tambahan bagi pejabat fungsional di lingkungan puskesmas.
Khsususnya sebagai kepala puskesmas. ”Memang selayaknya penentuan kepala puskesmas didasarkan pada hasil asesmen,” ujarnya.
Pria asal Kecamatan Blega itu menambahkan, puskesmas memiliki peran vital dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer kepada masyarakat. Sehingga, harus dipimpin oleh sosok yang berkompeten dan berintegritas.
”Kepala puskesmas harus menguasai secara manajerial dalam peningkatan mutu layanan kesehatan,” imbuhnya.
Ketua IDI Bangkalan Nurul Hidayat menyatakan, sebagian peserta dalam asesmen yang dilaksanakan dinkes berlatar belakang dokter.
Pihaknya yakin asesmen itu dapat berdampak besar terhadap peningkatan kualitas mutu layanan puskesmas.
Sebab, banyak aspek yang diuji dalam asesmen tersebut. Khususnya soal kepemimpinan. ”Leadership bagi Kapus itu penting.
Kalau Kapus tidak memiliki kepemimpian yang baik, bagaimana mau memimpin bawahannya, dan bagaimana mau meningkatkan layanan,” katanya.
Pria yang biasa disapa dokter Yayak itu menambahkan, kualitas kepemimpinan Kapus tidak hanya berimbas pada kualitas layanan. Tetapi, juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik di Bangkalan.
”Uji kompetensi itu semacam fit and proper test. Oleh sebab itu, IDI mendukung penuh langkah strategis yang dilaksanakan dinkes,” katanya.
Terpisah, Ketua IAKMI Bangkalan Siska Damayanti menyatakan, dinkes dihadapkan dengan tantangan kualitas layanan. Sebab, pasca membuka kanal pengaduan, banyak laporan dan keluhan yang disampaikan masyarakat pada dinkes.
Siska menilai, asesmen itu menjadi titik balik bagi pemerintah dalam memperbaiki mutu layanan di puskesmas.
Yakni, dengan memilih SDMK yang berkompeten dan berkualitas untuk diamanahi jabatan tambahan di lingkungan puskesmas. (jup)
Editor : Amin Basiri