Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Kecamatan Kokop Dilarikan ke Puskesmas

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 5 Juni 2026 | 05:09 WIB
HARUS MENDAPAT PERAWATAN: Puluhan siswa diduga keracunan dilarikan ke Puskesmas Kokop, Bangkalan, Kamis (4/6). (ISTIMEWA)
HARUS MENDAPAT PERAWATAN: Puluhan siswa diduga keracunan dilarikan ke Puskesmas Kokop, Bangkalan, Kamis (4/6). (ISTIMEWA)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Puluhan siswa di Kecamatan Kokop harus dilarikan ke puskesmas setempat karena diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) Kamis (4/6).

Akibatnya, layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut tiba-tiba membeludak.

Kepala Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika membenarkan adanya dugaan keracunan MBG di Kecamatan Kokop.

Pihaknya sudah melaporkan masalah itu ke Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, satgas juga akan melakukan surveilans ke SPPG Al Barokah Dupok selaku produsen menu MBG yang diduga menyebabkan siswa keracunan massal.

Baca Juga: Disaksikan Istri dan Anak, Warga Tragah Aniaya Adik Ipar hingga Tewas

”Besok kami akan menindaklanjuti laporan itu,” katanya.

Sampel makanan yang diduga penyebab keracunan sudah diamankan Puskesmas Kokop untuk dilakukan uji laboratorium.

Bambang belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut. ”Kami belum bisa memastikan apa penyebabnya,” imbuhnya.

Jumlah siswa yang tercatat keracunan ada 39 anak. Terdiri dari 21 siswa SMAN 1 Kokop, dan 18 siswa SDN Banda Soleh.

Empat siswa sudah dipulangkan, dan 12 siswa lainnya harus menjalani perawatan. Bahkan, dua siswa harus diinfus.

Kepala Puskesmas Kokop Zaitun Ernawati mengaku tak bisa memastikan ratusan siswa yang harus mendapat perawatan di lembaganya akibat keracunan menu MBG. Sebab, harus melalui uji laboratorium.

Total siswa yang sempat dilarikan ke puskesmas mencapai 21 murid. Mayoritas mengeluhkan mual hingga muntah.

Namun setelah mendapat perawatan, kondisinya berangsur membaik dan diperbolehkan pulang.

 ”Dikasih obat oral, dan sudah banyak yang pulang,” tutur perempuan berhijab tersebut.

Baca Juga: Pendaftaran Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Zaitun mengeklaim tenaga kesehatannya tidak kewalahan meski pasien yang berdatangan mencapai puluhan orang.

Sebab, ketersediaan tempat tidur pasien yang ada di lembaganya dapat mengakomodasi semua pasien yang datang.

”Pasiennya tidak rawat inap, setelah datang langsung diobati. Lalu diobservasi, kemudian pulang,” imbuhnya.

Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Muh. Fauzi membenarkan adanya puluhan siswa SMAN 1 Kokop yang diduga keracunan akibat menu MBG. Masalah tersebut sudah ditangani pihak sekolah.

”Tidak semua, hanya sebagian. Sekarang sudah ditangani oleh pihak sekolah, semoga tidak ada tambahan (yang keracunan) lagi,” katanya.

Kepala SMAN 1 Kokop Tri Hariyanto belum dapat dikonfirmasi soal keracunan yang dialami siswanya.

Saat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan, mantan Kepala SMAN 1 Kwanyar tersebut tidak merespons. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Kecamatan Kokop #siswa #BGN #keracunan massal #sampel makanan