BANGKALAN, RadarMadura.id - Pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) disambut positif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.
Itu sebagai langkah strategis dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengaku bangga dengan diterbitkannya persetujuan pembukaan FK UTM.
Yaitu, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 610/B/O/2026.
"Atas nama pribadi dan Pemkab Bangkalan kami sampaikan selamat kepada UTM dengan dibukanya Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter," imbuhnya.
Kini kesempatan generasi muda Madura untuk menempuh pendidikan kedokteran di tanah kelahirannya kian terbuka.
Sehingga, dapat menjawab kebutuhan jangka panjang tentang ketersediaan SDM kesehatan di Pulau Garam.
"Kehadiran FK UTM diharapkan menjadi solusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat," ujar orang nomor satu di Bangkalan tersebut.
Selama ini kemitraan antara Pemkab Bangkalan dengan UTM terjalin sangat positif di berbagai bidang.
Tidak menutup kemungkinan, pasca berdirinya FK UTM, akan dilakukan kerja sama peningkatan kapasitas SDM kesehatan di Kota Salak.
Baca Juga: Mendikdasmen Beri Kuliah Tamu di UTM, FKIP Buka Empat Program Baru
Lukman menambahkan, Pemkab Bangkalan telah meluncurkan program Satu Desa Sarjana Satu.
Yaitu, pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan tidak mampu.
Program tersebut di-launching sehari sebelum terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 610/B/O/2026. Yakni bertepatan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6).
Mantan kepala Desa Katol Barat itu mengungkapkan, program Satu Desa Satu Sarjana merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemkab Bangkalan dengan berbagai perguruan tinggi. Termasuk dengan UTM.
"Maka kami berharap program Satu Desa Satu Sarjana juga menjangkau mahasiswa kedokteran di UTM, " katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti