BANGKALAN, RadarMadura.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim meresmikan ruang hemodialisa di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Senin (25/5).
Itu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Khususnya bagi yang membutuhkan layanan cuci darah.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, kebutuhan layanan dialisis di RSUD Syamrabu cukup tinggi.
Pihaknya berharap diresmikannya ruang hemodialisa baru bisa berdampak positif terhadap kualitas layanan di rumah sakit pelat merah tersebut.
Peresmian ruangan baru tersebut juga dibarengi dengan penambahan mesin hemodialisis.
Langkah tersebut mengurangi masa tunggu masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah di RSUD Syamrabu.
”Dengan adanya penambahan itu, maka layanan semakin efisien,” katanya.
Orang nomor satu di Bangkalan itu menambahkan, peningkatan kualitas layanan merupakan komitmen Pemkab Bangkalan dalam memberikan layanan yang berkualitas.
Sehingga, masyarakat yang membutuhkan layanan cuci darah tidak perlu ke fasilitas kesehatan di luar daerah.
”Karena salah satu komitmen kami adalah mendekatkan layanan kepada masyarakat,” tegas Lukman.
Direktur RSUD Syamrabu Farhat Surya Ningrat mengutarakan, penyediaan dan penambahan alat layanan cuci darah dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga, yaitu PT Tawada Healthcare.
Awalnya, mesin hemodialisis yang tersedia di rumah sakit terbesar di Bangkalan tersebut hanya 14 unit.
Namun, kini bertambah signifikan menjadi 25 unit. ”Penambahan mesin hemodialisis merupakan sebuah keharusan.
Karena pasien yang membutuhkan terapi cuci darah terus meningkat,” tutur pria berkacamata tersebut.
Regional Manager PT Tawada Healthcare Joko Waloya mengutarakan, perusahaannya lebih dari 25 tahun menjadi penyedia alkes di sejumlah rumah sakit dan faskes.
Mulai dari kebutuhan alkes di instalasi gawat darurat (IGD), ruang rawat inap, kamar operasi, laboratorium, hingga di unit hemodialisa.
Saat ini kebutuhan layanan hemodialisa terus meningkat seiring bertambahnya kasus penyakit ginjal kronis di Indonesia.
Oleh karena itu, perlu adanya penyediaan perangkat dan kebutuhan hemodialisa yang berkualitas.
”Kami juga terus memperluas jaringan distribusi dan layanan agar akses terhadap teknologi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah Indonesia,” tuturnya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti