BANGKALAN, RadarMadura.id – Gedung Pertemuan RP Moh. Noer Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mendadak riuh Minggu (24/5). Ribuan civitas academica memadati setiap sudut ruangan.
Magnetnya tak lain adalah kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti.
Kehadiran orang nomor satu di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) itu untuk memberikan kuliah tamu dalam rangka merayakan Milad Ke-12 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menilai, kehadiran Prof. Dr. Abdul Mu’ti di kampus terbesar di Pulau Garam tersebut cukup spesial.
Karena itu terjadi di tengah kesibukannya sebagai menteri.
”Terima kasih yang setinggi-tingginya atas atensi dan kehadiran Pak Menteri di tengah agendanya yang sangat padat. Ini sebagai bentuk rasa cinta beliau terhadap UTM, khususnya FKIP,” ujarnya.
Orang nomor satu di UTM itu menambahkan, kehadiran Mendikdasmen bukan sekadar kunjungan seremonial biasa.
Melainkan, untuk memberikan stadium general (kuliah umum) yang sekaligus menjadi acara puncak dalam rangkaian Dies Natalis Ke-12 FKIP UTM.
Kehadiran pejabat negara ini dinilai memberikan suntikan motivasi besar bagi perkembangan dunia pendidikan di Madura.
Apalagi itu terjadi di momentum dies natalis FKIP UTM.
Bersamaan dengan kehadiran Mendikdasmen, UTM me-launching empat program baru.
Langkah berani itu diambil sebagai upaya nyata UTM dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Yakni, Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Magister Pendidikan Bahasa.
Kemudian, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
”Selain itu juga meresmikan TK Laboratorium Full Day yang berada di bawah naungan langsung UTM," imbuhnya.
Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan, fokus pemerintah saat ini selaras dengan tema Dies Natalis FKIP UTM.
Yakni, deep learning atau pembelajaran mendalam dengan program prioritas nasional.
Terutama digitalisasi dan revitalisasi pendidikan yang dicanangkan presiden.
”Kunci utama dari keberhasilan dan mutu pendidikan di Indonesia berada di tangan para guru,” ucapnya.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidik menjadi harga mati yang terus digalakkan pemerintah.
Satu program strategis yang digenjot di tahun anggaran 2025 dan 2026 adalah RPL.
Program ini membuka keran seluas-luasnya bagi guru yang belum mengantongi ijazah D-4 atau S-1 untuk menuntaskan studinya.
”Pemerintah menargetkan lompatan kuota yang sangat signifikan, dari yang semula hanya 12.500 guru di 2025, melonjak drastis menjadi 150.000 kuota guru tahun ini,” paparnya.
Guna menyukseskan program ambisius tersebut, Mendikdasmen telah menyiapkan stimulus berupa beasiswa Rp 3 juta per semester yang disalurkan langsung melalui perguruan tinggi mitra.
UTM diharapkan mampu menangkap peluang emas ini dan menjadi salah satu kampus mitra yang mendapat alokasi kuota besar.
”Mengingat proses administrasi RPL harus dikebut secara saksama, dan UTM berpeluang mendapatkan program ini,” tandasnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti