BANGKALAN, RadarMadura.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung di Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bangkalan Bersatu (AB3) melakukan aksi unjuk rasa (unras) di kantor dewan Senin (18/5).
Mereka menyoroti berbagai problem di Bangkalan, salah satunya pengelolaan program makan bergizi gratis (MBG).
Koordintor AB3 Moh. Fauzi menilai banyak persoalan yang harus diselesaikan Pemkab Bangkalan.
Antara lain, di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengawasan program MBG.
Massa mendesak DPRD Bangkalan untuk mengevaluasi dan mengawasi transparansi program MBG.
Termasuk proses perekrutan tenaga kerja, legalitas dapur, hingga dugaan pemotongan gaji pekerja.
Selain itu, mahasiswa juga meminta wakil rakyat mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Bangkalan.
Sebab, banyak infrastruktur pendidikan yang rusak.
Ketiga, meminta peningkatan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan, terutama bagi pengguna program jaminan kesehatan nasional (JKN).
Keempat, mendorong perbaikan dan penambahan fasilitas penerangan jalan umum.
Dan yang kelima, meminta DPRD memperketat pengawasan terhadap transportasi, pelayanan publik, dan fasilitas umum.
Juga, mendesak wakil rakyat untuk turut menghapus adanya pungutan liar (pungli) parkir.
”Jika dalam waktu sepekan tuntutan kami tidak ditindaklanjuti, kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak,” tegasnya.
Ketua DPRD Bangkalan Dedy Yusuf menyatakan, kemampuan anggaran pemkab sangat terbatas.
Itu menjadi penghambat dalam pemenuhan infrastruktur.
Namun, dia berjanji akan menyelesikan persoalan infrastruktur itu secepatnya.
”Akan kami selesaikan secara bertahap apalagi anggaran di Bangkalan terbatas,” katanya.
Sementara berkaitan dengan persoalan pungli parkir, pemkab saat ini telah menerapkan parkir berlangganan.
Namun, itu hanya berlaku di bahu jalan. Maka, masyarakat harus paham dan bisa membedakan antara parkir berlangganan dan pajak parkir.
”Jika sepeda motornya sudah ditempeli parkir berlangganan dan masih dipungut, sampaikan saja ke saya langsung,’ pintanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti