BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran hantavirus.
Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Bangkalan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangkalan Wiwid Mayasari menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Hingga saat ini belum ada indikasi penularan antarmanusia.
”Penularannya dari hewan ke manusia. Sampai saat ini informasi dan petunjuk teknis yang kami terima, belum ada penularan dari manusia ke manusia,” ujarnya, Minggu (17/5).
Menurut dia, virus tersebut dapat ditularkan melalui kotoran hewan pengerat, seperti tikus, mencit, dan hamster.
Karena itu, masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan hewan-hewan tersebut, termasuk kotorannya.
Wiwid menuturkan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kasus hantavirus.
”Masyarakat harus menjaga pola hidup bersih dan sehat serta menghindari kontak langsung dengan kotoran hewan yang berpotensi menularkan virus. Kebiasaan hidup bersih memang harus diterapkan setiap saat, bukan hanya saat muncul ancaman penyakit baru,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD RSUD Syamrabu Bangkalan Farhat Suryaningrat memastikan hingga saat ini belum ada pasien yang terindikasi terjangkit hantavirus di rumah sakit tersebut.
Meski demikian, pihak rumah sakit tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila ditemukan kasus.
”Penanganannya hampir sama seperti saat pandemi Covid-19. Kami menyiapkan ruang isolasi dan fasilitas pendukung lainnya jika sewaktu-waktu ada pasien yang terindikasi terjangkit,” tandasnya. (c1/han)
Editor : Amin Basiri