BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mulai memetakan wilayah rawan kekeringan ekstrem.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Mei 2026.
Kepala BPBD Bangkalan Zainul Qomar mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang tersebut.
Menurut dia, fenomena cuaca itu diperkirakan berdampak cukup besar di sejumlah wilayah di Bangkalan.
Baca Juga: Ini 5 HP Infinix Hadirkan Kamera Terbaik 2026, Yuk Cek Spesifikasi dan Harganya!
”Awalnya diprediksi terjadi pada April. Namun karena ada perubahan cuaca, perkiraan tersebut bergeser ke Mei,” ujarnya Kamis (14/5).
Dia menjelaskan, fenomena cuaca ekstrem itu berpotensi menyebabkan kekeringan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data 2025, terdapat 26 desa di Bangkalan yang terdampak kekeringan ekstrem.
Untuk tahun ini, BPBD kembali melakukan pendataan guna memetakan titik-titik baru yang berpotensi mengalami kekeringan berkepanjangan.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lintas instansi terkait langkah penanganan.
”Pendataan terus kami lakukan untuk mengetahui potensi wilayah terdampak. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah antisipasinya,” katanya.
Dalam waktu dekat, BPBD juga akan meminta pemerintah kecamatan melakukan pemetaan ulang di wilayah masing-masing.
Langkah itu dilakukan agar pemkab dapat menghitung kebutuhan bantuan yang akan disalurkan ke desa terdampak.
Menurut Zainul, skema penanganan yang disiapkan meliputi penyaluran bantuan air bersih, penentuan wilayah prioritas, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
”Beberapa waktu lalu kami juga menggelar rapat koordinasi dengan perangkat daerah dan perwakilan kecamatan untuk membahas teknis dropping air bersih serta penentuan titik lokasi terdampak,” paparnya.
Hasil rapat tersebut telah mengidentifikasi sejumlah desa yang berpotensi terdampak kekeringan.
Sekaligus menyepakati armada distribusi air bersih dan percepatan penanganan.
Di Kecamatan Konang, desa yang masuk daftar yakni Galis Dajah, Kanegarah, Durin Barat, Batokaban, dan Durin Timur.
Di Kecamatan Tanah Merah meliputi Desa Pangeleyan, Padurungan, dan Tanah Merah Dajah.
Kemudian di Kecamatan Kokop meliputi Desa Lembung Gunong, Katol Timur, Mapara’an, Durjan, Bandang Laok, dan Manoan.
Sementara di Kecamatan Geger terdapat Desa Kombangan, Lerpak, Banyior Dajah, Banyior Laok, Katol Barat, dan Dabung.
Sedangkan di Kecamatan Arosbaya terdapat Desa Batonaong, serta Kecamatan Sepulu meliputi Desa Klapayan, Gangseyan, Lergunong, Bangsereh, dan Kelbung.
”Data sementara seperti itu. Tidak menutup kemungkinan masih ada tambahan dari kecamatan dan kami siap menindaklanjuti,” pungkasnya. (c1/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti