Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan Mulai Ditinggal Pedagang

Amin Basiri • Sabtu, 9 Mei 2026 | 08:59 WIB
SEPI: Kondisi pasar Ki Lemah Duwur di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan pada (2/5)
SEPI: Kondisi pasar Ki Lemah Duwur di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan pada (2/5)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Sejumlah kios di Pasar Ki Lemah Duwur di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, kian sepi.

Puluhan kios yang sebelumnya aktif beroperasi kini mulai ditinggalkan pedagang. Kondisi tersebut mencerminkan menurunnya aktivitas ekonomi di pasar tersebut.

Sejumlah pedagang memilih tidak memperpanjang masa sewa kios karena pendapatan yang diperoleh dinilai tidak lagi mampu menutup biaya operasional harian.

Berkurangnya jumlah pengunjung membuat perputaran ekonomi di pasar semakin lesu. Akibatnya, pedagang kesulitan mempertahankan usahanya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Mohammad Rasuli membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, sepinya pasar dipicu menurunnya jumlah pengunjung.

Akibat kondisi itu, banyak pedagang memilih meninggalkan kiosnya. Dampaknya, jumlah penyewa kios menurun signifikan dalam waktu singkat.

 "Betul, penurunan jumlah penyewa ruko sangat drastis dibanding sebelumnya sehingga banyak kios yang tidak lagi beroperasi," ujarnya, Kamis (7/5).

Rasuli menjelaskan, kios yang paling banyak ditinggalkan berada di sektor penjualan kain dan alas kaki.

Menurut dia, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor utama pedagang memilih menutup usahanya.

Kondisi pasar yang semakin sepi juga berdampak pada pendapatan harian pedagang.

Saat ini, konsumen cenderung beralih ke marketplace yang dinilai lebih praktis dan efisien.

"Minat masyarakat berbelanja langsung ke pasar semakin menurun. Mereka banyak beralih ke belanja online karena lebih mudah, meski masih ada sebagian konsumen yang tetap datang langsung ke pasar," terangnya.

Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, pihaknya sempat mendorong relokasi pedagang dari Pasar Langgeng ke Pasar Ki Lemah Duwur.

Selain itu, pedagang juga ditawari pindah ke Pasar Seninan dan Pasar Bancaran.

Saat ini, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Ki Lemah Duwur sebagai pasar terbesar di Bangkalan.

Diskop Umdag juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan kembali daya tarik pasar tradisional.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengembalikan perputaran ekonomi pasar sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pedagang di tengah persaingan perdagangan digital yang semakin ketat.

"Kami sudah berkoordinasi lintas instansi agar perputaran ekonomi pedagang kembali hidup sehingga mereka tidak kalah saing dengan pedagang online," pungkasnya. (c1/han)

Editor : Amin Basiri
#pasar Ki Lemah Duwur #bangkalan #sepi