BANGKALAN, RadarMadura.id – Kelulusan siswa SMA dan SMK kembali diwarnai aksi konvoi.
Ratusan siswa dari berbagai sekolah di Bangkalan melakukan aksi geber motor dan corat-coret seragam Rabu (6/5).
Mereka menggeber motor di sepanjang Jalan Kini Balu hingga Jalan Kramat, sebelum akhirnya putar balik menuju depan SMKN 3 Bangkalan.
Di lokasi itu, ratusan siswa tersebut menggeber motornya hingga membuat jalanan tersendat dan mengganggu kenyamanan masyakarat.
Baca Juga: Nginap Bersama Istri, Lalu Bawa Kabur Motor Adik Ipar, Tersangka Ngaku Sudah Beraksi di 12 Lokasi
Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bangkalan Muh. Fauzi menyatakan, kelulusan siswa jenjang SMA dan SMK diumumkan Senin (4/5).
Teknis penyampaian pengumuman diserahkan ke masing-masing sekolah.
”Ada yang melaksanakan istighotsah bersama lalu diumumkan kelulusannya. Ada juga yang diumumkan melalui pesan, sementara siswa berada di rumah masing-masing,” ujarnya.
Lembaganya telah mengantisipasi adanya aksi konvoi perayaan kelulusan oleh siswa.
Yakni, berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan semua sekolah di bawah naungan lembaganya.
Hal tersebut sesuai dengan petunjuk dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim.
Sebab, aksi konvoi dan coret-coret seragam dianggap tidak memiliki nilai manfaat bagi siswa.
”Bahkan, kami mengarahkan agar seragam siswa yang sudah lulus diserahkan ke adik-adik kelasnya saja dari pada dicoret-coret,” katanya.
Cabdindik Jatim Wilayah Bangkalan sebenarnya telah mendapat informasi adanya aksi konvoi kelulusan, Rabu (6/5).
Baca Juga: Balik Nama Motor Bekas 2026 Kini Lebih Murah dan Praktis karena Bea Balik Nama Resmi Dihapus
Itu artinya, siswa yang melakukan konvoi tidak berangkat dari sekolah karena pengumuman sudah dilakukan.
”Kami sudah meminta semua Kasi Kesiswaan untuk turut mengantisipasi adanya siswa yang konvoi. Tapi. kalau masih ada (yang konvoi) biar ditindak saja,” katanya.
Kepala SMKN 3 Bangkalan Sujadi belum dapat dikonfirmasi apakah siswa yang melakukan konvoi dan aksi geber motor di depan lembaganya berasal dari lembaganya atau bukan.
Saat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan, dia tidak merespons. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti