BANGKALAN, RadarMadura.id – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXX jatuh pada Sabtu (25/4).
Momentum itu harus dijadikan kilas balik oleh aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masayarakat.
Pesan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bambang Budi Mustika saat menjadi inspektur apel peringatan otoda Senin (27/4).
Dia meminta ASN saling bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah.
”Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Otoda bukan sekadar pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat ke daerah.
Tetapi, juga tugas besar untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata.
Oleh sebab itu, sinergitas antara pemerintah di tingkat kabupaten/kota dengan pemerintah pusat sangat dibutuhkan.
Dengan demikian, tercipta sinkronisasi program pembangunan yang terarah, terukur dan berkelanjutan.
”Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal,” imbuhnya.
Baca Juga: Bupati Lukman Apresiasi GP Ansor, Jadikan Bangkalan Lokasi Rangkaian Harlah Ke-92
Dengan adanya otoda, pemerintah kabupaten dan kota dituntut mampu menggali potensi ekonomi, budaya, dan sumber daya manusia secara optimal.
Sehingga, dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.
Itu sesuai dengan tema otoda saat ini, yaitu Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.
Hal tersebut mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal.
Pihaknya yakin pengelolaan potensi lokal bisa langkah strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat.
Caranya, dengan memperkuat sektor pertanian, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
”Pemkab Bangkalan berupaya memberikan pendampingan, pelatihan, hingga akses pemasaran bagi pelaku usaha agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” sambungnya.
Bambang menyatakan potensi lokal merupakan aset penting yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Nostalgia, Nissan Terrano PHEV Siap Jadi SUV Tangguh di Antara Patrol dan X Trail
Sebab, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh investasi besar, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekitarnya.
”Pemkab Bangkalan juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lokal,” katanya.
Dengan pengelolaan yang tepat, potensi lokal diyakini aman menciptakan lapangan kerja baru.
Juga meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing daerah di tengah persaingan global. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti