RSUD Syamrabu Kucurkan Dana Puluhan Miliar, Bangun dan Rehab Prasarana Rumah Sakit

Amin Basiri • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB
MASUK SASARAN REHABILITASI: Pengunjung beraktivitas di depan IGD RSUD Syamrabu Bangkalan, Jumat (17/4).
MASUK SASARAN REHABILITASI: Pengunjung beraktivitas di depan IGD RSUD Syamrabu Bangkalan, Jumat (17/4).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan kembali menambah dan merehabilitasi prasarana kesehatan tahun ini. Anggaran yang digelontorkan Rp 35 miliar.

Dana jumbo itu diproyeksikan untuk beberapa jenis pengerjaan.

Yakni, pembangunan gedung manajemen, pembangunan parkir kendaraan roda dua, rehabilitasi ruang intstalasi gawat darurat (IGD), dan pengecatan eksterior rumah sakit.

Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Farhat Surya Ningrat menyatakan, proyek pembangunan dan rehabilitasi prasarana rumah sakit itu tengah dilelang.

Pemilihan rekanan diserahkan sepenuhnya ke Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setkab Bangkalan. 

”Kami tidak ikut-ikut dalam proses lelang, tetapi kami berharap pemenangnya rekanan yang profesional,” ujarnya. 

Item pengerjaan proyek yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Syamrabu tersebut cukup banyak.

Sementara waktu pengerjaan yang akan diberikan hanya 180 hari atau enam bulan. 

Maka, rekanan pemenang lelang harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk bisa menuntaskan pengerjaan proyek tepat waktu. 

”Semua persyaratan (yang harus dipenuhi) sudah dicantumkan", ujar mantan ketua IDI Bangkalan tersebut.

Baca Juga: Komplotan Curanmor Dibekuk, Satu Orang Pelaku Buron

Terdapat beberapa kualifikasi SDM yang harus dimiliki para peserta lelang.

Antara lain, manajer pelaksana harus memiliki pengalaman paling singkat lima tahun. 

Kemudian, manajer teknik sipil berpengalaman paling sebentar empat tahun.

Juga, manajer keuangan dan ahli keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi yang berpengalaman paling singkat tiga tahun.

”Bagi perusahaan konstruksi profesional persyaratan itu bukan hal yang sulit,” sambungnya.

Farhat mengaku tengah mempersiapkan ruang emergency untuk digunakan sebagai IGD sementara.

Oleh sebab itu, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas rumah sakit tidak akan memengaruhi kualitas layanan di lembaganya. ”Semuanya sudah kami persiapkan secara matang,” sambungnya.

Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan Rokib menyatakan, penyusunan administrasi proyek pembangunan dan rehabilitasi rumah sakit itu harus dilakukan secara akuntabel. Apalagi nilai anggarannya cukup besar.

Pihaknya juga mewanti-wanti agar pemilihan rekanan dalam proyek pembangunan dan rehabilitasi itu dilakukan secara selektif.

Sehingga, menghasilkan rekanan profesional yang berorientasi terhadap kualitas pembangunan.

Apalagi masih banyak yang harus dibenahi di RSUD Syamrabu, katanya. (jup)

Editor : Amin Basiri
rsud syamrabu bangkalan proyek Pembangunan