Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Trunojoyo Law Review Raih Peringkat Q1, Angkat Isu Kemaduraan ke Panggung Global

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 16 April 2026 | 17:19 WIB
BERSAHAJA: Rektor UTM Prof. Safi menyampaikan sambutan dalam kegiatan kuliah umum, Rabu (8/4). (FH UTM UNTUK JPRM)
BERSAHAJA: Rektor UTM Prof. Safi menyampaikan sambutan dalam kegiatan kuliah umum, Rabu (8/4). (FH UTM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Prestasi gemilang ditorehkan Trunojoyo Law Review Universitas Trunodjoyo Madura (UTM).

Yakni, dengan meraih peringkat Quartile 1 (Q1) yang merupakan kategori tertinggi dalam pemeringkatan jurnal bereputasi internasional. 

Capaian tersebut tidak hanya menegaskan kualitas akademik UTM, tetapi juga memperkuat posisi kajian hukum berbasis lokal, khususnya kemaduraan dalam diskursus global.

Editor-in-Chief Muwaffiq Jufri menyatakan, keberhasilan itu merupakan buah dari konsistensi dalam menjaga mutu ilmiah sekaligus keberanian mengangkat isu-isu khas daerah, terutama di Madura.

Baca Juga: Atlet Perpatri Bangkalan Tampil Bagus di Kejurnas

Trunojoyo Law Review tidak hanya berorientasi pada standar global, tetapi memiliki ciri khas dalam mengkaji persoalan hukum berbasis kemaduraan dari semua sisi.

"Trunojoyo Law Review berbasis kemaduraan baik dari aspek sosial, budaya, maupun praktik hukum yang hidup di masyarakat Madura. Dari lokalitas itulah kontribusi global bisa dibangun," ujarnya.

Dosen Fakultas Hukum (FH) UTM itu mengungkapkan, pendekatan tersebut menjadi kekuatan unik jurnal.

Sebab, mampu menghadirkan perspektif hukum yang kontekstual sekaligus relevan secara internasional. 

Terpisah, Dekan FH UTM Erma Rusdiana mengapresiasi capaian tersebut. Itu menjadi bukti bahwa institusi daerah mampu bersaing di tingkat dunia.

Predikat Q1 juga membuktikan kualitas akademik tidak bergantung pada lokasi, namun terletak pada komitmen dan integritas ilmiah.

Baca Juga: Inspiratif! Perempuan Mantri BRI Ini Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Lombok

GENERASI EMAS: Mahasiswa FH UTM tengah berdiskusi di depan gedung fakultas Rabu (15/4). (FH UTM UNTUK JPRM)
GENERASI EMAS: Mahasiswa FH UTM tengah berdiskusi di depan gedung fakultas Rabu (15/4). (FH UTM UNTUK JPRM)

"FH UTM telah menghadirkan kajian hukum dan mengangkat kekayaan lokal Madura dalam pengembangan ilmu hukum," ucapnya.

Rektor UTM Prof. Safi menyatakan, capaian yang ditorehkan Trunojoyo Law Review merupakan bagian dari visi besar kampus dalam rangka internasionalisasi pengetahuan berbasis lokal.

Sehingga, keberhasilan dalam meraih peringkat Q1 merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran UTM sebagai pusat unggulan kajian kemaduraan.

"Capaian ini memperkuat posisi UTM sebagai pusat unggulan kajian kemaduraan yang berdaya saing global," tuturnya.

Capaian itu juga membuktikan bahwa kearifan lokal tidak hanya relevan di tingkat nasional. Namun juga memiliki nilai penting di kancah akademik internasional.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap Trunojoyo Law Review tidak hanya menjadi rujukan utama dalam studi hukum, tetapi menjadi jembatan nilai-nilai lokal Madura dan perkembangan hukum.

"Kami berharap capaian ini juga menjadi jembatan antara nilai-nilai lokal Madura dan perkembangan hukum global," harapnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Trunojoyo Law Review #peringkat Q1 #persoalan hukum berbasis kemaduraan #FH UTM #global