Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nelayan Arosbaya Hilang, Pencairan Membutuhkan Waktu Enam Jam

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 16 April 2026 | 08:06 WIB
BERKABUNG: Warga dan aparat berada di rumah korban Jusuf P. Mahud di Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Selasa (14/4). (BPBD BANGKALAN UNTUK JPRM)
BERKABUNG: Warga dan aparat berada di rumah korban Jusuf P. Mahud di Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Selasa (14/4). (BPBD BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kedatangan Jusuf P. Mahud usai melaut ditunggu keluarganya, Selasa (14/4). Sebab pukul 13.00, nelayan berusia 65 tahun tersebut biasanya sudah tiba di rumah. 

Namun, saat itu batang hidungnya tak kunjung terlihat, sehingga membuat keluarga panik.

Setelah dicek di wilayah pesisir, perahu Jusuf sudah berada di tepi pantai. Bahkan, ditemukan ikan hasil tangkapan di atas perahunya.

Namun, Jusuf tak kunjung dijumpai. Karena khawatir, akhirnya keluarga Jusuf meminta tolong warga untuk melakukan pencarian, namun tidak berhasil.

Sehingga, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Muspika Kecamatan Arosbaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Zainul Qomar mengaku menerima informasi adanya nelayan hilang setelah dihubungi oleh camat Arosbaya.

Timnya langsung terjun ke lokasi dan melakukan pencarian dimulai pukul 13.00 Selasa (14/4).

Setelah enam jam pencarian dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Warga yang ikut melakukan pencarian menemukan korban dalam keadaan sudah tak bernyawa.

”Korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 18.14,” sambungnya.

Berdasarkan keterangan dari keluarganya, korban biasanya berangkat melaut pukul 10.00. Lalu pulang sebelum pukul 13.00.

Namun saat itu korban tak kunjung pulang. Setelah disusul oleh keluarganya, ternyata yang didapati hanya perahunya saja.

”Korban tidak memiliki riwayat penyakit, namun diduga kelelahan usai melaut,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Lajing Moksin menyatakan, meningalnya salah satu warganya itu murni karena kecelakaan laut.

Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakuan otopsi.

”Itu murni kecelakaan dan pihak keluarga juga sudah menerimanya, saat itu korban berangkat melaut seorang diri,” tandasnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pencarian #pantai #bpbd #Tak bernyawa #nelayan