Isu Merger Bikin Kader Nasdem Geram, Berharap DPP Ambil Langkah Hukum

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

 

BUKA SUARA: Ketua DPD Partai Nasdem Bangkalan Nasih Aschal memberikan keterangan pers di Kelurahan Mlajah Rabu (15/4). (JUPRI/JPRM)
BUKA SUARA: Ketua DPD Partai Nasdem Bangkalan Nasih Aschal memberikan keterangan pers di Kelurahan Mlajah Rabu (15/4). (JUPRI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Isu penggabungan atau merger Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Gerindra menuai reaksi dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Nasdem Bangkalan.

Partai besutan Surya Paloh tersebut menilai isu itu sebagai framing negatif terhadap partainya.

Ketua DPD Partai Nasdem Bangkalan Nasih Aschal menyatakan, isu merger partainya kali pertama muncuat di acara Bocor Alus Politik (BAP) di kanal YouTube Tempo.

Itu membuat seluruh kader dan simpatisan partainya di seluruh tanah air geram.

Framing (penggabungan partai) ini membuat kader merasa terlukai,” ujarnya.

Pihaknya mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi terhadap Tempo yang dinilai menyebarluaskan fitnah dan isu tidak berdasar tentang partainya.

Karena itu menyakiti perasaan seluruh kader partai ber-tagline perubahan tersebut.

”Kami memprotes Tempo yang mem-framing negatif tentang kami (Nasdem). Termasuk soal meme tentang ketua kami (Surya Paloh),” pintanya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu menambahkan, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari dewan pengurus pusat (DPP) dalam menyikapi polemik yang terjadi.

Tetapi yang pasti, internalnya akan patuh dan tegak lurus terhadap keputusan partainya.

”Harapan kami, DPP mengambil langkah-langkah hukum, agar Partai Nasdem tidak dibuat mainan,” katanya. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
framing negatif kanal YouTube Tempo merger partai nasdem partai gerindra