BANGKALAN, RadarMadura.id – Masyarakat Kabupaten Bangkalan juga merasakan lonjakan harga LPG 3 kg.
Selain harganya naik, tabung gas melon tersebut sulit didapat. Hal itu dirasakan Fathur, warga Socah, Bangkalan.
Dia mengatakan, harga tabung LPG melon mulai langka pasca-Lebaran Idul Fitri. Saat ini harganya mulai naik menjadi Rp 23 ribu.
”Di beberapa toko tabung gas LPG banyak yang kosong dan harganya naik,” ucapnya.
Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far tengah menindaklanjuti dugaan kelangkaan LPG 3 kg tersebut. Dia juga mengimbau masyarakat tidak panik.
Sebab, hingga sekarang tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait kelangkaan gas LPG melon, termasuk informasi soal kenaikan harga.
”Saya cek dulu apakah gas LPG melon ini benar-benar langka di Kota Salak,” ujarnya.
Dia memaparkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat untuk menindaklanjuti dugaan kelangkaan LPG tersebut.
Fauzan khawatir ada oknum yang menimbun LPG subsidi tersebut di tengah situasi yang tidak menentu seperti sekarang.
”Kalau benar langka, kami ingin pastikan itu ulah siapa. Khawatir ada oknum yang memanfaatkan situasi,” paparnya.
Fauzan juga akan mengecek stok di semua stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) yang ada di Kota Zikir dan Salawat.
Termasuk semua distributor juga akan dipantau untuk memastikan penyebab kelangkaan LPG 3 kg tersebut.
”Semua SPBE dan distributor akan kami cek untuk memastikan ketersediaan tabung gas LPG,” tegasnya. (za/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti