BANGKALAN, RadarMadura.id – Di tengah situasi yang tidak menentu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berencana untuk menerapkan kembali pembelajaran secara daring di tengkat perguruan tinggi. Metode pembelajaran jarak jauh sangat memungkinkan kembali diterapkan di lingkungan kampus.
Rencana untuk menerapkan kembali itu disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Prof Med. Setiawan usai menghadiri kegiatan di Universitas Trunodjoyo Madura (UTM). Dia menyebutkan, pembelajaran yang sifatnya ilmu pengetahuan bisa dilkukan dengan metode daring seperti yang diterapkan pada masa pandemi Covid-19.
”Pembelajaran dengan menggunakan metode daring ini sangat memungkinkan untuk diterapkan kembali,” ungkapnya.
Setiawan menambahkan, kalaupun proses pembelajaran dilaksanakan secara daring tidak diberlakukan sepenuhnya. Sebab, ada beberapa mata kuliah yang tidak mendukung untuk dilaksanakan secara jarak jauh. Misalnya perkuliahan yang banyak memerlukan praktik langsung.
Baca Juga: Pemkab Teken MoU dengan PN Bangkalan, Perihal Pelaksanaan Sidang di Luar Gedung Pengadilan
”Pembelajaran tidak dilaksanakan secara luring seluruhnya, sebagian harus dilakukan secara daring,” jelasnya.
Dia meyakini untuk kalangan perguruan tinggi learning management system (LMS) sangat memungkinkan untuk menerapkan pembelajaran secara daring. Dia berharap kebijakan kemendiktisaintek disambut baik oleh perguruan tinggi seperti pada saat terjadi pandemi Covid-19.
”Semoga kebijakan menteri pendidikan tinggi ini didorong dan disambut baik oleh kampus,” harapnya.
Perkuliahan yang sifatnya skill bisa dilaksanakan secara luring bergitupun sebaliknya. Kebijakan tersebut mulai diterapkan awal April ini sesuai denga adanya surat edara (SE). ”Awal april ini sudah mulai diberlakukan,” tambahnya. (za/han)
Editor : Amin Bashiri