Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Panen Raya Melon, Inovasi Pertanian Modern Tarik Antusiasme Civitas Akademika dan Masyarakat

Hendriyanto • Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:31 WIB

 

MELIMPAH: Rektor UTM Prof. Safi
MELIMPAH: Rektor UTM Prof. Safi' bersama istri dan anaknya memetik buah melon di kebun produksi Agroteknologi milik UTM, Bangkalan pada kamis (26/3).

BANGKALAN, RadarMadura.id - Program Studi Agroteknologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar panen raya melon di kebun produksi agroteknologi pada Kamis (26/3).

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa yang tidak hanya menandai keberhasilan budidaya melon di lingkungan kampus, namun menjadi perhatian civitas  akademika dan masyarakat sekitar.

Sejak hari pertama panen hingga Sabtu( 28/3) kebun produksi Agroteknologi UTM masih ramai dikunjungi. Para pengunjung datang bersama keluarga untuk memetik melon sekaligus menikmati suasana kebun yang asri.

Aktivitas ini secara tidak langsung menjadi alternatif wisata edukasi pertanian yang menarik di lingkungan kampus.

Panen raya melon tersebut merupakan hasil dari pengembangan budidaya melon yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Agroteknologi UTM.

Melon yang dipanen merupakan varietas Naura F1, varietas unggul yang dikenal mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lahan di Madura.

Varietas ini memiliki kualitas buah yang stabil, rasa manis, serta potensi hasil panen yang tinggi sehingga dinilai cocok untuk dikembangkan di pulau madura.

Salah satu tim dosen pengelola kebun melon, Prof. Siti Fatimah menjelaskan, panen raya ini menjadi bukti bahwa pertanian modern berbasis teknologi mampu memberikan keuntungan sekaligus membuka peluang usaha yang menjanjikan.

Menurutnya, sistem budidaya yang diterapkan di kebun produksi Agroteknologi UTM tidak lagi mengandalkan metode konvensional. Tim pengelola memanfaatkan teknologi budidaya dengan sistem tanam menggunakan polybag yang dikombinasikan dengan teknologi irigasi tetes.

”Melalui sistem ini, pemberian air dan nutrisi kepada tanaman dapat dilakukan secara lebih terukur dan efisien. Hal itu juga berdampak pada kualitas dan produktivitas buah yang dihasilkan,” jelasnya.

HIJAU: Rektor UTM bersama tim pengelola kebun melon foto bersama sebelum petik melon.
HIJAU: Rektor UTM bersama tim pengelola kebun melon foto bersama sebelum petik melon.

Penggunaan polybag juga memungkinkan pengaturan kepadatan tanaman yang lebih tinggi dibandingkan metode tanam langsung di lahan. Dengan pengelolaan yang baik, sistem ini mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal dalam satu siklus tanam.

Disamping itu, keunggulan lainnya adalah efisiensi dari sisi investasi. Peralatan budidaya yang digunakan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu cukup lama, yakni hingga empat hingga lima tahun.

Dalam setahun, siklus penanaman melon bahkan dapat dilakukan tiga hingga empat kali. Hal ini menjadikan budidaya melon sebagai usaha pertanian yang memiliki potensi keuntungan ekonomi yang cukup menjanjikan.

Selain menjadi sarana produksi, kebun melon ini juga dimanfaatkan sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa.

Mahasiswa Agroteknologi dapat mempraktikkan secara langsung berbagai ilmu yang diperoleh di ruang kelas, mulai dari teknik budidaya, manajemen nutrisi tanaman, hingga pengelolaan agribisnis berbasis teknologi.

Dengan begitu, panen raya melon ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat proses pembelajaran berbasis praktik di lingkungan kampus.

Rektor UTM Prof. Safi’ mengapresiasi tim Agroteknologi yang telah menginisiasi pemanfaatan lahan kosong milik kampus sebagai area produksi pertanian.

Orang nomor satu di lingkungan UTM itu menilai langkah tersebut merupakan contoh konkret bagaimana aset kampus dapat dioptimalkan untuk berbagai kepentingan, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengembangan unit usaha.

”Saya memberikan apresiasi kepada tim yang telah menginisiasi pemanfaatan lahan kosong milik UTM ini sebagai tempat mempraktikkan ilmu dan teknologi yang dimiliki,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan lahan yang disulap sebagai lahan pertanian melon itu memiliki dampak yang sangat besar, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dari sisi edukasi.

”Pertanian melon itu tidak hanya memiliki dampak ekonomi, tapi juga memiliki dampak edukasi,” tambahnya.

Lebih lanjut Safi’ mengatakan, keberadaan kebun melon ini juga memberikan nilai tambahan sebagai sarana rekreasi dan wisata edukasi bagi civitas akademika UTM maupun masyarakat sekitar.

”Tempat ini bisa menjadi ruang belajar sekaligus hiburan bagi civitas akademika dan masyarakat dapat datang, melihat proses budidaya, bahkan memetik melon langsung dari kebun,” tambahnya.

Safi’ berharap program ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang. Mengingat UTM masih memiliki cukup banyak lahan kosong yang berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai jenis budidaya tanaman produktif.

Ia juga mendorong para dosen dan mahasiswa Agroteknologi untuk terus menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan komoditas pertanian lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Tidak hanya melon, namun bisa dikembangkan pada jenis tanaman lain yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

”Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan,” harapnya.

Disamping itu,  UTM juga telah mulai menaman durian meski membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk menghasilkan buah, tanaman durian dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar di masa depan.

Kedepan, pengembangan kebun produksi Agroteknologi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembelajaran mahasiswa, tetapi juga dapat mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.

Melalui pengembangan agribisnis berbasis teknologi dan inovasi, UTM berupaya membangun ekosistem kampus yang mandiri, produktif, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Panen raya melon 2026 juga diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan agribisnis kampus yang berkelanjutan sekaligus ikhtiar menjadikan UTM sebagai kampus yang mandiri dan berpendapatan usaha. (za/dry)

Editor : Hendriyanto
#panen raya melon #bangkalan #utm #Universitas Trunodjoyo Madura #Pertanian #agrowisata