Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dua Jam Tertahan di Jalan Raya Blega, Jalur Nasional Madura Rawan Macet saat Arus Balik

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 24 Maret 2026 | 09:00 WIB
PADAT: Arus lalu lintas terpantau macet di Jalan Raya Tanah Merah, Bangkalan, Minggu (22/3) malam. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
PADAT: Arus lalu lintas terpantau macet di Jalan Raya Tanah Merah, Bangkalan, Minggu (22/3) malam. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kemacetan di jalur poros utama Pulau Madura masih menjadi langganan saat arus balik Lebaran.

Padatnya kendaraan dari empat kabupaten membuat arus lalu lintas tersendat di sejumlah titik.

Berdasarkan pantauan koran ini, kepadatan kendaraan mulai terjadi dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Kemacetan terpantau di sejumlah titik, seperti Kecamatan Blega, Galis, dan Tanah Merah.

Baca Juga: Mercon Masih Menjadi Kebiasaan saat Lebaran meski Berbahaya, Hiburan Berujung Petaka

”Arus lalu lintas sangat padat, bahkan di Kecamatan Blega kendaraan kami tertahan hingga dua jam,” kata Fadhlunah, 36, pengendara mobil dari arah timur Senin (23/3).

Dia menjelaskan, kendala paling utama terjadinya kemacetan karena banyak pengendara tidak tertib.

Saat arus lalu lintas tersendat, banyak kendaraan yang nyerobot, akibatnya kemacetan semakin parah.

”Kalau pendapat saya, kecelakaan bukan karena jalan yang sempit, tapi karena banyak yang tidak tertib,” tuturnya.

Meski pengalihan arus lalu lintas telah diterapkan, kepadatan kendaraan saat arus mudik maupun arus balik masih sulit dihindari.

Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Moh. Syaiful Rohman mengatakan, kemacetan saat arus balik memang kerap terjadi di jalur utama Madura setiap momen Lebaran.

Baca Juga: Ponpes Nurul Islam Padukan Warisan Keilmuan Pesantren dengan Sentuhan Teknologi Modern:  Merawat Tradisi, Menyulam Masa Depan

”Untuk mengantisipasi kemacetan berkepanjangan, kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, di Jalan Raya Tanah Merah, kendaraan dari arah Sampang dialihkan ke jalur alternatif.

Begitu pula kendaraan dari arah Bangkalan menuju Sampang.

”Pengalihan juga dilakukan dari arah Bangkalan ke Sampang melalui jalur alternatif,” jelasnya.

Untuk pengaturan lalu lintas di Kecamatan Blega dan Galis, Dishub Bangkalan dibantu aparat kepolisian dan anggota TNI di wilayah tersebut.

Hal itu dilakukan karena keterbatasan personel.

”Personel kami juga terbagi untuk pengamanan arus lalu lintas di akses Suramadu dan wilayah kota,” imbuhnya.

Syaiful mengeklaim, arus balik tahun ini tidak mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Meski terjadi kemacetan, durasinya tidak berlangsung lama dan masih dapat diurai.

Baca Juga: Bandeng Juwana Elrina, Oleh-Oleh Legendaris Semarang yang Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Namun, pihaknya tetap mewaspadai potensi kemacetan di sejumlah titik, terutama di kawasan pasar tumpah.

Di antaranya Pasar Patemon, Tanah Merah, Galis, dan Pasar Blega.

”Kami tetap waspada. Kemarin di wilayah Kecamatan Bangkalan sempat terjadi kemacetan cukup panjang,” katanya.

Untuk mengurangi kepadatan, kendaraan berkapasitas besar sementara dialihkan ke jalur selatan dan utara.

Kemacetan diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Kamis (26/3).

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di jalur utama.

Selain rawan macet, kepadatan kendaraan juga berisiko menimbulkan kecelakaan.

”Kami terus intens berkoordinasi dengan instansi terkait agar arus lalu lintas tetap lancar,” pungkasnya. (za/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#idul fitri #dishub #arus lalu lintas #lebaran #arus balik #jalur alternatif #kemacetan