BANGKALAN, RadarMadura.id – Insiden pencurian besi antikarat tiang pancang Jembatan Suramadu harus dijadikan bahan evaluasi.
Sebab, dapat memengaruhi keberlangsungan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura tersebut.
Kasatpolairud Polres Bangkalan Iptu Muarib berjanji akan meningkatkan pengawasan di bawah Jembatan Suramadu. Yakni, dengan melakukan patroli rutin.
Namun, pihaknya meminta agar pengelola Jembatan Suramadu juga proaktif melakukan pengawasan.
Pihaknya berharap, pejabat yang berwewenang mengecek semua besi antikarat tiang pancang Jembatan Suramadu.
Dia khawatir banyak besi konstruksi yang diembat komplotan pencuri.
”Kami khawatir sudah banyak besi antikarat yang habis dan harus segera ada perbaikan," paparnya.
Berdasarkan pengungkapan kasus yang dilakukan, pencurian besi antikarat Jembatan Suramadu dilakukan malam hari.
Yakni, saat lampu Jembatan Suramadu mati. Proses pengambilan besi antikarat dilakukan dengan menggunakan trol.
"Pelaku berangkat dari Gresik sekitar jam 12 malam, dan mulai melakukan aksinya ketika lampu sudah mati," paparnya.
Sementara Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Suramadu Suparyanto belum dapat dikonfirmasi pengawasan konstruksi jembatan yang diresmikan 2009 tersebut.
Saat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan, Suparyanto tidak merespons. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti