BANGKALAN, RadarMadura.id – Bazar Takjil Ramadan yang digelar Jawa Pos Radar Madura benar-benar dirasakan pelaku usaha kuliner.
Beragam makanan dan minuman dijajakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berburu hidangan berbuka.
Salah satu pedagang yang merasakan manfaat dari bazar tersebut adalah Neni Rahmat. Tahun ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti Bazar Takjil Ramadan dengan membuka stan yang menjual menu nasi bakar.
Neni menawarkan nasi bakar dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per porsi.
Meski sederhana, menu tersebut cukup diminati pengunjung yang datang ke lokasi bazar untuk mencari hidangan berbuka.
Dalam sehari, Neni mengaku mampu menjual sekitar 50 porsi nasi bakar. Dia menyediakan empat varian rasa, yakni nasi bakar ayam suwir kemangi, tongkol kemangi, ikan teri, dan cumi kemangi. Aroma khas daun pisang yang dibakar membuat menu tersebut semakin menggugah selera pembeli.
Selain nasi bakar, Neni juga menjual kentang mustofa sebagai menu tambahan di stan miliknya. Namun, menurutnya nasi bakar tetap menjadi menu yang paling banyak diburu pengunjung bazar.
"Alhamdulillah, penghasilannya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dan alhamdulillah, nasi bakar yang saya jual banyak yang suka,” ujarnya.
Dia berharap Bazar Takjil Ramadan semakin ramai hingga akhir Ramadan. Dengan demikian, penjualannya dapat terus meningkat dan pundi-pundi rupiahnya makin banyak.
Sementara itu, minuman segar juga menjadi salah satu yang paling dicari pengunjung. Moh. Iqbal Friantama memanfaatkan momentum bazar dengan menjual berbagai varian smoothies buah.
Iqbal yang sudah sekitar tiga tahun berjualan smoothies menawarkan beberapa pilihan rasa. Seperti alpukat, durian, stroberi, dan mangga. Minuman tersebut dijual dengan harga mulai Rp 15 ribu per cup.
Setiap hari, Iqbal mampu menjual sekitar 100 hingga 150 cup smoothies. Dia mengaku, hampir setiap hari dagangannya habis terjual oleh para pengunjung yang ingin menikmati minuman segar saat buka puasa.
"Alhamdulillah, hampir setiap hari habis terjual,” ujarnya. Dari penjualan tersebut, dia bisa meraup omzet sekitar Rp 1 juta per hari selama bazar takjil Ramadan berlangsung. (vin/han)
Editor : Amin Basiri