BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat sinergisitas dengan insan pers. Yakni, dengan melaksanakan silaturahmi di Pendopo Agung, Senin (9/3) malam.
Forum itu menjadi ruang bagi pemerintah untuk memaparkan rencana strategis yang akan dilakukan ke depan. Juga, menjelaskan kendala pemerintah dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Salak.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, tantangan terbesar pemerintah sebenarnya bukan menciptakan pemerataan pembangunan infrastruktur. Namun, mempercepat pertumbuhan ekonomi, karena banyak tantangan yang harus dihadapi.
”Kalau hanya masalah (pemerataan infrastukrtur jalan) beberapa tahun saja bisa selesai,” ujarnya.
Bangkalan sebenarnya memiliki letak geografis yang strategis. Sebab, berada di dekat kota metropolitan Surabaya. Namun kenyataannya, laju perputaran ekonomi di Bangkalan cenderung stagnan, bahkan cenderung tergerus ke luar daerah.
”Penyebabnya, orang Bangkalan membelanjakan uangnya ke Surabaya. Bukan di Bangkalan,” imbuhnya.
Terdapat beberapa langkah yang ditempuh pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Yakni, dengan menarik minat investor agar bersedia mengembangkan bisnisnya di Kabupaten Bangkalan.
Dengan begitu, akan tercipta lapangan pekerjaan yang dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bangkalan.
”Pemerintah telah berkoordinasi dengan investor untuk bersedia berinvestasi di Bangkalan. Termasuk investor yang dulu pernah ingin berinvestasi tetapi gagal,” katanya.
Pemkab Bangkalan juga mendorong terciptanya kawasan industri di Kabupaten Bangkalan. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama PT Perkasa Krida Hasta Indonesia (PKHI).
Tujuannya, agar korporasi itu memperkenankan ratusan hektare lahannya di wilayah Kecamatan Kamal untuk dimanfatkan sebagai kawasan industri.
”Kami sudah bertemu dengan PT PKHI, dan mendapatkan respons positif masalah pemanfaatan lahan,” imbuhnya.
Lukman menambahkan, minimnya investor juga disebabkan masalah ketersediaan lahan. Banyak lahan dianggap strategis oleh investor, namun berstatus sebagai lahan sawah dilindungi (LSD).
”Maka, kami tengah berupaya agar LSD itu berkurang. Sebab, LSD di Bangkalan di atas minimum yang ditentukan pemerintah,” katanya.
Minimnya minat investor untuk berinvestasi di Bangkalan juga disebabkan masalah keamanan dan kenyamanan. Maka, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada investor.
”Termasuk bagi insan pers, mari kita sambut investor yang ingin berinvestasi di Bangkalan,” katanya.
Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far menyatakan, insan pers memiliki peran penting untuk kemajuan daerah. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak para jurnalis untuk terus bersinergi tanpa mengurangi independensi dan kemerdekaan pers.
”Mari ciptakan citra yang positif tentang Bangkalan,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti