BANGKALAN, RadarMadura.id – Kebijakan pemerintah untuk tetap memberikan menu makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan patut diapresiasi. Sehingga, kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi secara baik.
Namun, dalam pelaksanaannya, banyak problem yang terjadi di lapangan. Antara lain, menu MBG yang diberikan tidak layak dan ditengarai disunat demi meraup keuntungan besar.
Oleh karena itu, pemerintah di tingkat kabupaten dan pusat didesak melakukan pengawasan kontinu kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
”Cek dan sidak ke SPPG yang bermain-main dalam program MBG,” ucap tokoh masyarakat (tomas) Bangkalan, KH Imron Abd. Fattah.
MBG merupakan program mulia yang harus disambut positif. Sebab, program trsebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Namun, implementasinya harus diawasi secara ketat dan berkelanjutan.
Mulai dari aspek distribusi, kualitas makanan, hingga dampak terhadap penerima manfaat Dengan begitu, program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan secara maksimal.
”Apalagi di momentum Ramadan seperti sekarang, pengawasannya harus ditingkatkan. Karena SPPG dapat menyalurkan MBG seenaknya saja karena dapat dirapel,” sambungnya.
Imron juga mengingatkan pengelola dapur MBG agar tidak main-main dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada penerima.
Yakni, dengan memberikan menu makanan yang layak, bergizi, dan sesuai ketentuan.
”Kalau tidak serius akan kami bongkar datanya. Kami tahu SPPG mana saja yang tidak benar. Jangan menipu Presiden Prabowo melalui MBG,” tegasnya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti