Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Lukman Resmikan SPPG Baru, Minta Pengelola Manfaatkan Potensi Lokal

Amin Basiri • Senin, 9 Februari 2026 | 13:15 WIB
LAUNCHING: Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far (kiri) mendampingi Bupati Lukman Hakim saat peresmian SPPG di Desa Pettong, Kecamatan Tanah Merah, Minggu (8/2).
LAUNCHING: Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far (kiri) mendampingi Bupati Lukman Hakim saat peresmian SPPG di Desa Pettong, Kecamatan Tanah Merah, Minggu (8/2).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim meresmikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Desa Pettong, Kecamatan Tanah Merah, kemarin (8/2).

Launching dapur program makan bergizi gratis (MBG) itu juga dihadiri Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja'far. 

Lukman menyampaikan selamat atas peresmian SPPG yang dikelola Yayasan Andara Baitul Khoir tersebut. Keberadaannya dianggap sangat membantu program prioritas pemerintah pusat, yaitu MBG.

”MBG bukan sekadar untuk memenuhi gizi generasi penerus, tetapi juga berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. 

Oleh sebab itu, SPPG tidak boleh berorientasi pada bisnis dan keuntungan. Namun, harus menjadi ujung tombak pemerintah dalam pemenuhan gizi anak-anak Indonesia. Sehingga, cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa diwujudkan. 

”Selain itu, SPPG juga harus memanfaatkan potensi lokal dalam menyuguhkan menu olahan MBG kepada siswa. Antara lain, dengan membeli hasil pertanian maupun peternakan dari warga sekitar,” imbuhnya. 

Dengan begitu, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa. Khususnya, para petani maupun peternak di Kabupaten Bangkalan. 

Orang nomor satu di Bangkalan itu menambahkan, pemkab juga terus mendorong agar pemenuhan gizi warga Kota Salak terpenuhi dengan baik.

Salah satunya dengan memberikan susu kepada ibu menyusui dan anak usia 0 sampai tiga bulan (jup)

Editor : Amin Basiri