Korban Pencabulan Diantar Orang Misterius, Polisi Belum Lakukan Pemeriksaan

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 28 Januari 2026 | 09:33 WIB
BERI PENDAMPINGAN: Direktur MHI Mutmainnah saat mengunjungi kediaman korban di Kecamatan Galis, Selasa (27/1).
BERI PENDAMPINGAN: Direktur MHI Mutmainnah saat mengunjungi kediaman korban di Kecamatan Galis, Selasa (27/1).

  BANGKALAN, RadarMadura.id – Keluarga korban kekerasan seksual oknum lora di Kecamatan Galis akhirnya bisa bernapas lega.

Sebab, korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah kembali ke pangkuan keluarganya, Senin (26/1).

Paman korban tindak asusila berinisial S awalnya mendapatkan telepon dari seseorang yang tidak dikenal, bahkan nomor telepon yang menghubunginya diprivat dan tidak menyebutkan nama. Orang itu meminta agar korban segera dijemput.

Selanjutnya, orang itu meminta S untuk menjemput korban di sebuah masjid yang berada di  akses Jembatan Suramadu.

 Baca Juga: Pemkab Yakin Potensi Minyak Minim

”Karena S khawatir ini hanya jebakan, dia mengajak orang tua korban untuk bersama-sama ke lokasi yang dimaksud,” ujar Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Mutmainnah.

Setibanya di tempat yang ditentukan, S mendapati keponakannya yang menjadi korban tindak kekerasan berada di bawah sebuah pohon seorang diri. Mengetahui hal itu, korban langsung dibawa pulang oleh keluarganya.

Korban sudah pulang ke rumahnya dan saya pesan untuk tidak ditanya-tanya dulu, biarkan korban tenang dulu,” katanya.

Saat ini terdapat beberapa proses yang telah ditempuh untuk mencari keberadaaan korban sebelum ditemukan. Antara lain, mengadu ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komnas Perempuan.

 Baca Juga: Maling Gasak Sarana Berjualan Milik Pedagang Pasar, Aksi Pelaku Terekam CCTV

”Hari ini kami datang ke rumah korban untuk mengetahui siapa sebenarnya yang ada di balik semua ini,” paparnya.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama membenarkan jika korban sudah ditemukan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan siapa orang yang mengantarkan korban.

Sebab, saat ini korban belum bisa dimintai keterangan. Sementara penyidik masih melakukan pendalaman atas laporan hilangnya korban. ”Korban belum bisa kami mintai keterangan sekarang, khawatir psikologisnya terganggu,” ujarnya. (za/jup)

 

Editor : Amin Basiri
bangkalan kasus kekerasan seksual