BANGKALAN, RadarMadura.id – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan berunjuk rasa ke kantor bupati Bangkalan Senin (19/1).
Kedatangan mereka bermaksud untuk menagih janji politik Lukman Hakim-Fauzan Ja’far saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
Demo tersebut sempat memanas. Massa dan aparat kepolisian sempat bersitegang.
Sebab, pedemo memaksa masuk lantaran tidak segera ditemui oleh bupati Bangkalan. Aparat kepolisian juga sempat menyemprotkan water cannon ke pedemo.
Korlap aksi Isro’ menyampaikan, ada beberapa poin tuntutan dalam demo tersebut.
Salah satunya menagih janji politik bupati dan wakil bupati yang dituangkan dalam visi-misi pada saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Salah satunya janji bupati soal lapangan pekerjaan.
”Kedatangan kami ke sini untuk menagih janji politik bupati dan wakil bupati,” katanya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, apa yang menjadi tuntutan massa berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, serta pelayanan pablik sudah ditargetkan terealisasi dalam beberapa bulan ke depan.
Dia berjanji akan merealisasikan semua janji politik dan keinginan masyarakat.
”Apa yang disuarakan teman-teman HMI luar biasa, dan itu memang target kami ke depan,” paparnya.
Dia tidak menampik jika penilaian terhadap pelayanan publik di Kota Salak tahun 2025 menurun menjadi B. Alasannya, indikator penilaian berubah, tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
”Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) atau desa tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai A. Hal ini harus dievaluasi,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti