BANGKALAN, RadarMadura.id – Terdapat dua sampel cairan mengandung minyak yang diuji dari semburan sumur bor warga di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis.
Yakni, dari sampel cairan dari kedalaman 12 dan 16 meter.
Sekretaris Dinas Lingkungan hidup (DLH) Bangkalan Achmad Siddik memaparkan, terdapat beberapa perbedaan secara kasatmata dari dua sampel yang diambil dari kedalaman sumur bor berbeda.
Sampel yang diambil dari kedalaman 12 terlihat seperti keruh, tetapi bercampur minyak.
Sementara sampel yang diambil dari kedalaman 16 meter beraroma gas.
”Kandungan minyaknya juga lebih banyak dibandingkan dengan sampel yang diambil di kedalaman 12 meter,” ujarnya.
Kedua sampel yang diambil diuji Dinas ESDM Jatim. Tujuannya, untuk memastikan ada tidaknya kandungan hidrokarbon dalam air itu.
Proses uji laboratorium membutuhkan waktu sekitar 14 hari.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Bambang Budi Mustika mengatakan, pemkab masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan pemprov.
Dengan begitu, akan memproleh kepastian dari hasil uji ilmiah yang dilakukan pemerintah.
”Kami masih menunggu hasil uji labnya,” katanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti