BANGKALAN, RadarMadura.id – Kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Cangkarman, Kecamatan Konang, Bangkalan, berkutat di tahap penyelidikan.
Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus yang dilaporkan Selasa (23/12/25). Bahkan, para terduga pelaku diduga melarikan diri.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan, perkara penganiayaan secara bersama-sama tersebut masih tahap penyelidikan. Dia mengakui para terduga pelaku sudah menghilang.
Namun, penyidik sudah memeriksa beberapa orang saksi dalam perkara tersebut. Salah satunya Nurhayati yang menjadi pelapor dalam perkara itu.
”Para terduga pelaku tidak ada di rumahnya semua,” ungkapnya.
Terdapat lima orang yang dilaporkan terlibat dalam penganiayaan tersebut. Yakni berinisial S, T, J, S, dan S.
Mereka melakukan penganiayaan terhadap Nurhayati hanya gara-gara buang air cucian beras di halaman rumahnya.
”Kasus ini masih terus kami selidiki. Saat ini para terduga pelaku sudah tidak ada di rumahnya,” katanya.
Kasus yang sempat viral di media sosial itu dipicu kesalahpahaman antara korban dengan tetangganya.
Awalnya korban Nuhayati membuang air bekas cucian beras di halaman rumahnya, tiba-tiba dia ditegur oleh tetangganya bernama Siti hingga berujung cekcok dan pengeroyokan hingga mengalami luka lebam.
”Penganiayaan itu gara-gara korban buang air bekas cucian beras di depan rumahnya. Lalu, ditegur oleh tetangganya,” katanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti