BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menutup akhir 2025 dengan menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi terakreditasi unggul dan berstandar internasional.
Surat Keputusan BAN-PT Nomor 1819/BAN-PT/AK/PT/IX/2024 menjadi fondasi utama bagi UTM melakukan transformasi mutu pendidikan tinggi.
Capaian tersebut diperkuat dengan perolehan akreditasi internasional pada sejumlah program studi strategis yang menempatkan UTM sebagai kampus unggulan di Madura dan Jawa Timur.
Rektor UTM Prof Dr Safi’, S.H., M.H., mengatakan, capaian akreditasi internasional bisa menjadi rekognisi ke depan.
”Capaian akreditasi internasional ini kami harap dapat dikonversikan ke akreditasi unggul. Kami menargetkan pada 2026 mampu meningkatkan performa institusi serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara, selaras dengan semangat Kampus Berdampak,” ujarnya.
Tahun ini UTM memiliki 42 program studi. Perinciannya, 14 program studi terakreditasi unggul, sementara tujuh program studi terakreditasi internasional oleh Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Yakni meliputi Agribisnis, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Ilmu Hukum, Sastra Inggris, dan Ilmu Komunikasi. Sementara sisanya berstatus baik sekali.
Selain rekognisi akreditasi, UTM terus memperkuat kualitas akademik. Caranya, dengan melakukan pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education.
Transformasi layanan akademik UTM, secara konsisten meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi dengan mempertahankan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Sertifikat itu berlaku hingga 28 Oktober 2028.
Implementasi standar mutu ini sejalan dengan status UTM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU).
Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 176 Tahun 2023 yang mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi.
Selain itu, bidang penelitian dan inovasi serta pengabdian kepada masyarakat, melalui pendanaan BIMA maupun Skema Mandiri UTM mencapai peningkatan cukup tinggi.
Penguatan ekosistem riset dan pengabdian ini juga ditandai dengan keterlibatan dua Tim Kepakaran Hilirisasi Dikti sebagai bentuk kontribusi UTM dalam agenda hilirisasi nasional, yang diperkuat dengan peresmian Gedung Inovasi Teaching Industry pada awal 2025 oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
”Kinerja publikasi ilmiah UTM pada 2025 juga meningkat signifikan, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Atas capaian tersebut, kinerja penelitian dan pengabdian UTM berhasil menembus klasterisasi utama pada Perguruan Tinggi 2025,” paparnya.
Selain itu penguatan sumber daya manusia (SDM), menjadi pilar penting pengembangan institusi. Hingga akhir 2025, UTM mencatat akselerasi signifikan capaian guru besar.
Dari tujuh orang pada 2022 menjadi 31 guru besar, atau bertambah 24 guru besar dalam tiga tahun terakhir.
”Jumlah guru besar UTM terus bertambah setiap tahunnya,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Trunojoyo Law Review Fakultas Hukum berhasil meraih indeksasi Scopus sebagai jurnal internasional bereputasi.
UTM juga memiliki empat kerja sama internasional melalui skema WAEJUG serta menerima 13 mahasiswa asing melalui program Universitas Trunojoyo Madura International Students Scholarship (UTISS).
Selain itu, sebanyak 11 mahasiswa Palacky University, Republik Ceko, mengikuti program Cross Cultural Internship 2025 di UTM.
Prestasi mahasiswa menunjukkan keberhasilan pembinaan akademik dan non akademik. Tahun ini mahasiswa UTM menorehkan 257 prestasi di berbagai tingkatan.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 197 prestasi. Prestasi mahasiswa semakin lengkap dengan Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) berklasterisasi unggul pada Perguruan Tinggi Akademik 2025.
Pada aspek kerja sama, UTM meraih Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2025 kategori PTN BLU sebagai Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Terbaik.
Hingga Desember 2025, UTM mencatat 126 nota kesepahaman (MoU) dan 192 perjanjian kerja sama (PKS).
”Menegaskan komitmen kampus terhadap kolaborasi institusi dan industri serta dampak nyata pendidikan tinggi,” ulasnya.
Komitmen terhadap inklusivitas juga terus diperkuat. Hampir 2.000 mahasiswa UTM menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dengan pembiayaan penuh, disertai pengembangan layanan ramah disabilitas melalui kerja sama dengan Komisi Disabilitas Nasional.
”UTM sebagai kampus inklusif, memberikan kesempatan setara yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 4. Yakni memastikan pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Rektor UTM Safi’.
UTM juga meresmikan sejumlah sarana strategis. Antara lain Peresmian Gedung Inovasi Teaching Industry, Zona Ekonomi Sirkular, Gedung Olahraga SAS Center, serta Museum Budaya Madura UTM.
Capaian tersebut merefleksikan langkah UTM yang konsisten memadukan inovasi, inklusivitas, dan pelestarian budaya.
Berbagai capaian tersebut menjadi penanda penguatan peran UTM sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, inklusivitas, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti