Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Fantastis! Satu Gerai Pembangunan Sarpras KDKMP Telan Dana Rp 1,6 Miliar

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 19 Desember 2025 | 04:45 WIB
Ilustrasi koperasi.
Ilustrasi koperasi.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah pusat mengucurkan dana untuk pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Alokasinya Rp 1,6 miliar untuk KDKMP di setiap desa. Pelaksana yang ditunjuk dalam kebijakan itu PT Agrinas Nusantara.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop umdag) Bangkalan Moh. Rasuli menyatakan, sudah ada 49 gerai yang dibangun di Kota Zikir dan Salawat. Semuanya digarap PT Agrinas Nusantara.

”Sementara ada 50 desa yang siap membangun (gerai KDKMP),” ujarnya Rabu (17/12)

Pihaknya tidak tahu secara detail lahan yang digunakan untuk pembangunan gerai KDKMP. Yang sebagian besar dibangun di atas lahan milik pemerintah desa (pemdes). Itu sesuai dengan amanah pemerintah pusat.

”Gerai harus dibangun di atas lahan milik desa, tapi tidak semua desa memiliki lahan yang strategis,” bebernya.

Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi mengatakan, anggaran untuk pembangunan gerai Kopdes Merah Putih tersebut cukup fantastis. Hanya, tidak ideal jika pemerintah pusat menyamaratakan besaran anggaran pembangunan.

Apalagi harga material setiap daerah juga tidak sama. ”Kami justru bertanya, masak iya anggaran se-Indonesia sama, karena harga material di setiap daerah beda-beda,” ucap politikus Demokrat tersebut.

Pembangunan gerai KDKMP menjadi beban baru pemdes. Sebab, pemdes dibebankan beberapa pembiayaan. Misalnya, biaya pengurukan tanah. Terlebih, anggaran yang dikucurkan pemerintah itu untuk pembangunan gedung gerai.

”Kalau lahannya perlu diuruk, terus dari mana biayanya,” tanyanya.

Rosi mengungkapkan, tidak semua desa memilik tanah percaton yang strategis. Sementara jika dipaksakan dibangun di lahan yang tidak strategis, berpotensi memunculkan persoalan baru.

”PT Agrinas Nusantara harus memberikan solusi untuk lahan ini, jangan terlalu dipaksakan harus ada evaluasi dan solusi yang tepat,” pintanya.

Cahirul perwakilan dari PT Agrinas Nusantara Kabupaten Bangkalan terkesan tertutup dan enggan berkomentar saat dihubungi koran ini untuk mengonfirmasi progres pembangunan gerai KDKMP. Dia justru mengarahkan agar mengonfirmasi Kodim 0829/Bangkalan.

”Sebaiknya ke kodim saja, sudah lengkap datanya,” singkatnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#lahan #gerai #Pemdes #KDKMP #Diskop Umdag