Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

PAD Pasar Terancam Tak Target, Diskop Umdag Sebut Retribusi dari Pasar Hewan Menyusut

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 10 Desember 2025 | 16:05 WIB

TRADISIONAL: Pedagang di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan tengah menjajakan jualannya Selasa (9/12). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
TRADISIONAL: Pedagang di Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan tengah menjajakan jualannya Selasa (9/12). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional yang dibebankan kepada Diskop Umdag Bangkalan masih di angka Rp 5,3 miliar. Jumlah tersebut masih jauh dari target senilai Rp 6,7 miliar.

Itu artinya, Diskop Umdag Bangkalan bulan ini harus bekerja keras untuk memenuhi kekurangan PAD senilai Rp 1,4 miliar. Di sisi lain, diskop umdag pesimistis bisa mengejar kekurangan target tersebut. Alasannya, banyak potensi pendapatan yang menyusut.

Kepala Diskop Umdag Bangkalan Moh. Rasuli mengatakan, target PAD dari sektor pasar tradisional periode Januari–November jika dipersentasekan masih di angka 80 persen. Untuk memenuhi target tersebut, rasanya cukup berat. Sebab, banyak potensi yang menyusut dalam beberapa bulan terakhir.

”Tapi, kami akan bekerja keras untuk mencapainya,” janjinya.

Dijelaskan, ada beberapa kendala kenapa PAD dari sektor pasar tradisional belum mencapai target. Di antaranya retribusi dari pasar hewan terus menyusut. Apalagi, banyak transaksi penjualan sapi dilakukan di rumah penjual, bahkan dilakukan secara online. Kemudian, banyak pedagang gulung tikar karena sudah sepi pembeli.

”Itu yang membuat retribusi pasar hewan menurun,” katanya.

Dia berencana untuk mencari alternatif lain untuk memenuhi kekurangan target PAD yang telah dibebankan kepada institusinya. Di antaranya dengan bekerja sama dengan para bus travel untuk berkunjung ke Pasar Ki Lemah Duwur (KLD). ”Juga memfasilitasi para pedagang kaki lima (PKL),” tambahnya.

Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Hotib Marzuki meminta diskop umdag memenuhi target PAD yang telah disepakati bersama. Dia juga menyarankan dinas terkait memaksimalkan potensi yang ada.

”Termasuk mencari terobosan baru agar target tersebut terpenuhi sebelum tutup tahun,” paparnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pasar hewan #pasar tradisional #menyusut #Diskop Umdag Bangkalan #Target PAD #pad #kekurangan PAD #pedagang kaki lima